Showing posts with label PNPM. Show all posts

Untuk lebih meningkatkan profesionalitas praktisi PNPM ditingkat desa, UPK Kecamatan Batukliang mengadakan kegiatan pelatihan bagi Tim Penulis Usulan (TPU) yang berasal dari 10 desa se-kecamatan Batukliang, masing-masing desa mengutus 5 orang peserta yang terdiri dari ketua TPK, 2 orang KPMD, dan 2 orang wakil masyarakat.
Narasumber pada kegiatan pelatihan TPU kali ini yaitu ibu bq. suryani yang sekaligus menjabat sebagai fasilitator kecamatan PNPM MPd di kecamatan Batukliang dan bapak zaenal selaku PL PNPM di kecamatan Batukliang, kegiatan yang berlangsung di aula kantor camat batukliang pada hari sabtu, 21 desember 2013 ini membahas tentang teknis pelaksanaan kegiatan PNPM mulai dari pengenalan tentang PNPM, proses-proses yang ada didalam PNPM sampai dengan bagaimana penulisan proposal kegiatan PNPM untuk tahun 2015 mendatang.
Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan rekapitulasi usulan masyarakat dari hasil MDKP (musyawarah desa khusus perempuan) yang telah diadakan di setiap desa beberapa waktu yang lalu, berbagai usulan masyarakat tertampung didalam rekap usulan tersebut, mulai dari pelatihan ternak puyuh, itik, ayam, dan pengandaan bibit unggas, pakan, mesin tetas serta berbagai peralatan produksi untuk menunjang eksistensi kelompok SPP dalam kegiatan usahanya selama ini. diharapkan nantinya usulan-usulan yang telah disampaikan oleh masyarakat ini dapat terdanai oleh PNPM tahun 2014 dan 2015. (hajri)
Kreatifitas kaum perempuan di desa pagutan semakin meningkat pasca diadakannya kegiatan pelatihan penguatan kapasitas kelompok SPP oleh TPK PNPM Mandiri Perdesaan, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut dari tanggal 18 s/d 22 september 2013 di aula kantor desa pagutan beberapa minggu yang lalu, kini mulai menampakkan hasil, peserta yang tadinya tidak memiliki keterampilan di bidang jasa boga kini telah mahir dalam mengolah makanan terutama dari hasil pertanian.
Seperti yang terlihat di rumah salah satu peserta pelatihan tata boga "mastuni" yang berasal dari dusun sangkawana, siang ini sedang asyik membuat aneka jajanan seperti donat tape, rengginang singkong, manisan tomat, manisan kelapa muda, dan bergedel yang bahan bakunya merupakan hasil pertanian di desa pagutan.
Tentu saja aneka jajanan yang dibuatnya nampak begitu lezat, terutama setelah dikemas secara modern menggunakan mika plastik yang ditempeli cap produksi membuat jajanan hasil kreasinya semakin manggiurkan. hal ini yang membuat tim kampung media mencoba kelezatan manisan tomat yang dibuatnya, dan ternyata rasanya sangat lezat tidak kalah dengan jajanan restoran di perkotaan.
Rencananya, jajanan hasil kreasi dari kelompok perempuan di desa pagutan akan dijadikan sebagai industri rumahan yang nantinya dapat mensejahtrakan rumah tangga kaum perempuan di desa pagutan.
Kegiatan Musrenbang yang berlangsung di kecamatan batukliang pada hari kamis 14 februari 2013 yang berlangsung di aula kantor camat batukliang berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti, dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tersebut dihadiri oleh 70 delegasi dari 10 desa se kecamatan batukliang dan utusan dari SKPD-SKPD yang ada di pemerintahan kabupaten lombok tengah.
Acara Musrenbang kecamatan tersebut memutuskan beberapa program prioritas yang akan diajukan pada musrenbang tingkat kabupaten, selain itu ditetapkan juga delegasi yang akan mengawal program prioritas tersebut pada musrenbang kabupaten.
Selain membahas tentang program-program usulan pada musrenbang kecamatan, kegiatan tersebut juga dibarengi dengan MAD II PNPM MP kecamatan batukliang yang akan merengking beberapa kegiatan yang akan di biayai  oleh PNPM MP. (hajri)
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) pertama kali diluncurkan pada tahun 2007 yang sebelumnya merupakan kelanjutan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak 1998-2007 kini telah dinikmati hasilnya oleh masyarakat khususnya di pedesaan.
Berbagai kegiatan dan pembangunan telah dilakukan melalui PNPM MP diberbagai desa sekecamatan batukliang, mulai dari kegiatan pemberdayaan melalui kegiatan pelatihan, peningkatan jalan dan irigasi, pembangunan gedung sekolah, simpan pinjam khusus perempuan (SPP) serta UEP untuk masyarakat pedesaan yang tujuannya tiada lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan yang selama ini masih menjadi masalah serius khususnya di perdesaan.
Begitu halnya pada tahun anggaran 2013, PNPM MP kecamatan Batukliang pada tahun ini akan membiayai berbagai kegiatan yang telah diusulkan oleh masing-masing desa di kecamatan batukliang, tercatat dari 20 usulan fisik yang diajukan oleh 10 desa sekecamatan batukliang, hanya 6 usulan yang dapat tercover oleh PNPM MP, hal ini dikarenakan minimnya anggaran yang diperoleh pada tahun 2013 yang hanya berkisar 1,2 Milyar untuk kecamatan batukliang.
Keenam usulan yang terdanai tersebut adalah berdasarkan proses perangkingan yang dilakukan tahun 2012 dan menetapkan rangking I sampai VI yang akan mendapatkan alokasi dana PNPM MP tersebut, sedangkan desa-desa yang usulannya tidak masuk kedalam rangking I sampai dengan VI harus ekstra bersabar karena usulan tersebut tidak dapat terdanai oleh PNPM MP pada tahun 2013.
Sebagaimana yang tertuang pada acara Musyawarah Antar Desa (MAD) III Tahun 2013 untuk penetapan usulan yang dilaksanakan pada hari kamis, 7 Januari 2013 dikantor camat batukliang, bahwa usulan fisik  sarana prasarana hanya mampu mendanai sampai rangking VI dengan jumlah keseluruhan dana 1.069.736.800,- dan total dana SPP 130.263.200,- yang akan disalurkan kepada seluruh desa yang telah mengajukan SPP.
Selain membahas tentang penetapan usulan yang akan didanai PNPM MP tahun 2013, kegiatan MAD III tersebut juga dirangkai dengan kegiatan Pra Musrenbang Kecamatan yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari camat batukliang, kepala desa, TPK, Tokoh masyarakat dan SKPD-SKPD yang berada di lingkup kecamatan batukliang. (hajri)
Dalam rangka menunjang kesuksesan terselenggaranya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM MPd) di kecamatan Batukliang pada tahun anggaran 2013, Fasilitator kecamatan Batukliang menyelenggarakan kegiatan pelatihan kader teknis tahap I yang di ikuti oleh seluruh Fasilitator Desa (FD) dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PNPM MPd yang berada di kecamatan Batukliang.
Kegiatan Pelatihan Kader Teknis Tahap I ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari senin tanggal 26 November 2012 sampai dengan hari selasa 27 November 2012. Pelaksanaan pelatihan teknis ini membutuhkan waktu cukup lama dikarenakan materi yang perlu disampaikan kepada seluruh kader teknis dan TPK cukup banyak, ditambah lagi dengan adanya pergantian pengurus PNPM MPd di beberapa desa, dimana pengurus baru PNPM MPd tersebut harus belajar lebih ekstra untuk bisa mengikuti kegiatan pelatihan teknis tahap I ini.
Pada kegiatan Pelatihan ini, Materi kegiatan dititik beratkan pada aspek teknis pelaksanaan program PNPM seperti dalam kegiatan Pembimbingan, Pengawasan, Pengukuran dalam Proyek, Membuat Peta, Sketsa, SAP, VAP, MAP, volume bangunan, penyusunan disain dan RAB dan penyusunan RKTL.
Meskipun materi yang disampaikan lumayan padat dan sulit karena membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi untuk menghitung, para peserta pelatihan pada hari pertama pelaksanaan program tersebut sangat antusias dan bersemangat dalam menambah ilmu baru khususnya dibidang tekhnik.
Seperti yang disampaikan oleh bapak Fauzan Aula selaku narasumber pada saat sesi penyampaian materi menyatakan bahwa "Kegiatan pelatihan ini diharapkan kader teknis dan TPK dapat semakin profesional dalam menjalankan tugas dan pengerjaan proyek yang ditangani semakin berkualitas sesuai dengan petunjuk juknis yang ada.
Kegiatan pelatihan kader tekhnis ini bertempat di Aula Kantor Desa Selebung mengingat Aula Kantor Camat Batukliang yang biasa digunakan dalam pertemuan pengurus PNPM sedang digunakan untuk acara lain.
Meskipun bertempat di aula kantor desa selebung, kegiatan pelatihan kader teknis tahap I berjalan sesuai dengan perencanaan dan harapan. (hajri)
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan di Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja di perdesaan. Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat harus memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunaan.

Mulai tahun 2007 Pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal. PNPM Mandiri Perdesaan adalah program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan PNPM Mandiri Perdesaan merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan PPK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Salah satu kegiatan dari PNPM MP adalah berupa Kegiatan Simpan Khusus Perempuan (SPP) yang merupakan kegiatan pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatan simpan pinjam.

Dana Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) berasal dari Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), BLM merupakan dana yang disediakan untuk mendanai kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) per kecamatan maksimal 25 % dari alokasi BLM.

Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan ini mempunyai sasaran yaitu rumah tangga miskin yang produktif yang sangat memerlukan pendanaan kegiatan usaha ataupun kebutuhan sosial dasar melalui kelompok simpan pinjam perempuan yang suda ada dimasyarakat.

Adapaun bentuk dari Kegiatan SPP ini adalah memberikan dana pinjaman sebagai tambahan modal kerja bagi kelompok kaum perempuan yang mempunyai pengelolaan dana simpanan dan pengelolaan dana pinjaman.

Dana Pinjaman SPP yang telah diakses di kecamatan batukliang mencapai lebih dari 3 milyar rupiah yang di serap oleh ratusan kelompok yang ada di semua desa sekecamatan batukliang.
Tentu saja dalam pelaksanaannya terdapat berbagai macam hambatan, diantaranya yaitu angsuran kelompok yang macet.

Sampai saat ini terdapat 30% dari dana SPP yang digulirkan dikecamatan batukliang bermasalah, oleh sebab itu tepatnya pada hari kamis, 8 november 2012 kemarin, PJOK dan FK/FT Kecamatan batukliang yang menangani program SPP mengadakan acara musyawarah antar desa (MAD) khusus yang membahas tentang SPP yang bermasalah.

Dari hasil musyawarah diputuskan untuk membentuk tim penagih yang akan menagih dana SPP yang bermasalah kepada kelompok-kelompok yang memiliki tunggakan. Tim penagih yang dibentuk berasal dari berbagai unsur masyrakatat mulai dari Kades, BPD, LKMD, TPK, PK dan UPK.

Diharapkan dengan terbentuknya tim penagih tersebut, kelompok yang masih memiliki tunggakan dapat menyelesaikan tunggakannya paling lambat pada bulan desember mendatang, karena jika tidak, maka kecamatan batukliang akan di blacklist sehingga tidak dapat mengakses dana PNPM untuk tahun yang akan datang. (hajri)
Pasca pergantian pengurus PNPM MP Desa Pagutan sekitar dua minggu yang lalu (17 Oktober 2012), Kemarin Tepatnya pada hari sabtu tanggal 4 November 2012 jam 16.00 wita, Seluruh jajaran Pengurus baru PNPM MP Desa Pagutan mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, fasilitator desa, kader dan tokoh pemuda desa pagutan mengadakan rapat perdana terkait dengan perencanaan kegiatan PNPM MP yang akan segera dikerjakan. 

Selain itu rapat perdana ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan jalinan silaturrahmi antar pengurus karena pengurus baru PNPM MP saat ini masih belum saling mengenal satu sama lain. Dalam rapat perdana ini dibahas berbagai hal mulai dari pengenalan PNPM, tugas dan tanggung jawab pengurus, rencana kerja, dan agenda rutin pengurus untuk mengadakan pertemuan dwimingguan. 

Kegiatan rapat yang bertempat di secretariat wahana education ini terbilang lancar dan mencapai target sesuai dengan yang diharapkan, karena dari pertemuan tersebut muncul berbagai gagasan dan ide kreatif dari pengurus PNPM MP terutama dalam pemberdayaan masyarakat demi tercapainya tujuan program PNPM tersebut untuk mengentaskan kemiskinan khususnya di desa pagutan. 

Semoga wajah baru kepengurusan PNPM MP Desa Pagutan dapat member angin segar bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat desa pagutan di era yang akan datang. (hajri) 
Pagutan (KM Al-Hikmah). Seiring dengan adanya ketimpangan dalam pelaksanaan program PNPM   MP dan GSC maka diadakan pemisahan pengelolaan program nasional pemberdayaan masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP) dan PNPM Generasi sehat dan cerdas ( PNPM GSC) tersebut yang semula keduanya ditangani oleh kementerian dalam negeri dan kini di kelola oleh Kementerian Sosial dan Tenaga Kerja untuk PNPM GSC dan Kementerian dalam negeri untuk PNPM MP.
Dengan adanya pemisahan tersebut, Pengelolaan program PNPM MP dan PNPM GSC di TPK Kecamatan Batukliang dan di seluruh Desa juga dipisah, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Zainal selaku PL PNPM MP Kecamatan Batukliang bahwa pemisahan ini bertujuan untuk menghindari ketimpangan dalam pelaksanaan program PNPM tersebut.
Tepatnya pada hari rabu, 17 oktober 2012 kemarin, TPK Kecamatan Batukliang dan Kepala Desa Pagutan mengadakan musyawarah sosialisasi bersama masyarakat desa pagutan sekaligus pergantian pengurus PNPM MP yang semula di pegang oleh Mursalin sebagai ketua.
Dari hasil musyawarah tersebut dijabarkan sejarah keberadaan program PNPM dan sosialisasi pelaksanaan kegiatan PNPM MP mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan. selain itu juga ditetapkan pengurus baru PNPM MP desa pagutan yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, KMPD dan fasilitator desa.
Diharapkan dengan adanya musyawarah sosialisasi dan pergantian pengurus PNPM MP ini, pengelolaan kegiatan PNPM didesa pagutan akan semakin berkualitas dan tujuan dari keberadaan program PNPM sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan dapat tercapai. (hajri)

Welcome to My Blog

- Copyright © TBM Al-Hikmah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -