Showing posts with label Berita Kampung. Show all posts
Disaat masyarakat banyak yang berbondong-bondong mencari nafkah ke luar negeri untuk menjadi TKI, dan disaat masih sulitnya menemukan lapangan pekerjaan di negeri sendiri, hadir sosok pemuda yang berani tampil beda dengan menjadi pengusaha, tentu saja pemuda tersebut bukan pengusaha biasa, karena pemuda tersebut adalah mantan TKI malaysia yang telah kembali ke negri ini sekitar 6 tahun silam.
Selain itu, pemuda ini juga menggeluti usaha yang berbeda dibandingkan dengan minat orang banyak saat ini, dia berani mengambil resiko dengan budidaya jamur, berbagai jenis jamur konsumsi di budidayakan dirumahnya, mulai dari jamur tiram putih sampai kelabu ada disini.
Tentu saja, hal ini yang membuat tim kampung media al-hikmah berkunjung ke lokasi usaha pemuda tersebut, sangat jauh dari keramaian, dipedalaman yang cukup sulit dilewati, dan butuh konsentrasi dalam menapaki jalan yang licin dan becek akibat diguyur hujan. namun tidak mematahkan semangat tim kampung media untuk menyambangi pemuda tersebut yang terletak di dusun anak nao desa mekar damai kecamatan praya.
Tentu saja usahanya tersebut menghasilkan keuntungan yang lumayan besar, karena permintaan jamur yang sangat tinggi dan masih sedikitnya pesaing yang mau mengembangkan usaha ini sehingga dikatakan bahwa usaha budidaya jamur ini masih sangat prospek untuk dikembangkan.
Inilah salah satu contoh nyata yang dapat dijadikan teladan bagi masyarakat NTB, disaat pekerjaan semakin sulit dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya yang masih rendah, maka saatnya menjadi pengusaha yang mandiri.
Pasca pemberian gelar duta informasi bagi 20 komunitas kampung media pada tanggal 7 november beberapa waktu yang lalu, Dishubkominfo NTB kini memberikan hadiah secara bertahap kepada kampung media penerima gelar tersebut, tidak terkecuali kampung media al-hikmah pagutan, sebagai salah satu peraih gelar duta informasi, maka pada hari senin, 30 desember kemarin, Dishubkominfo NTB menyerahkan hadiah berupa 1 buah laptop HP Pavilon sleekbook 14 in kepada ketua komunitas kampung media al-hikmah.
Tentu saja hadiah laptop tersebut begitu berarti bagi kampung media al-hikmah, karena dengan adanya laptop tersebut, aktivitas kampung media dapat lebih maksimal dan dapat menjadi penunjang berbagai kegiatan yang dilakukan oleh anggota komunitas kampung media.
Selain kampung media alhikmah, kampung media tabayyun juga menerima hadiah dari dishubkominfo NTB, namun hadiah yang diterima sedikit berbeda yaitu berupa android samsung galaxy 3, karena memang untuk penentuan jenis hadiah tersebut, Dishubkominfo NTB memberikan keleluasaan kepada setiap kampung media yang mendapatkan gelar duta informasi untuk memilih sendiri jenis hadiahnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing anggota komunitas tersebut.
Untuk lebih meningkatkan profesionalitas praktisi PNPM ditingkat desa, UPK Kecamatan Batukliang mengadakan kegiatan pelatihan bagi Tim Penulis Usulan (TPU) yang berasal dari 10 desa se-kecamatan Batukliang, masing-masing desa mengutus 5 orang peserta yang terdiri dari ketua TPK, 2 orang KPMD, dan 2 orang wakil masyarakat.
Narasumber pada kegiatan pelatihan TPU kali ini yaitu ibu bq. suryani yang sekaligus menjabat sebagai fasilitator kecamatan PNPM MPd di kecamatan Batukliang dan bapak zaenal selaku PL PNPM di kecamatan Batukliang, kegiatan yang berlangsung di aula kantor camat batukliang pada hari sabtu, 21 desember 2013 ini membahas tentang teknis pelaksanaan kegiatan PNPM mulai dari pengenalan tentang PNPM, proses-proses yang ada didalam PNPM sampai dengan bagaimana penulisan proposal kegiatan PNPM untuk tahun 2015 mendatang.
Selain itu, pada kegiatan ini juga dilakukan rekapitulasi usulan masyarakat dari hasil MDKP (musyawarah desa khusus perempuan) yang telah diadakan di setiap desa beberapa waktu yang lalu, berbagai usulan masyarakat tertampung didalam rekap usulan tersebut, mulai dari pelatihan ternak puyuh, itik, ayam, dan pengandaan bibit unggas, pakan, mesin tetas serta berbagai peralatan produksi untuk menunjang eksistensi kelompok SPP dalam kegiatan usahanya selama ini. diharapkan nantinya usulan-usulan yang telah disampaikan oleh masyarakat ini dapat terdanai oleh PNPM tahun 2014 dan 2015. (hajri)
Madrasah Aliyah An-nazhar Pagutan merupakan salah satu lembaga pendidikan di desa pagutan yang eksis dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat pagutan sejak tahun 2009 dan saat ini telah menamatkan 2 angkatan dengan persentase kelulusan 100%, namun karena kondisi ruang kelas pada madrasah aliyah an-nazhar cukup memperihatinkan dan kurang nyaman untuk digunakan dalam proses pembelajaran, maka Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan bantuan 2 lokal ruang kelas baru kepada MA An-nazhar senilai 180 juta rupiah.
Tentu saja hal ini sangat menggembirakan terutama bagi 70 orang siswa siswi yang saat ini belajar di MA An-Nazhar, karena dengan adanya ruang kelas baru mereka akan semakin nyaman dan memberikan mereka semangat baru dalam belajar.
Kegiatan pembangunan ruang kelas baru ini ditargetkan selesai dalam 2 bulan pengerjaan, sesuai dengan MOU yang telah di sepakati bersama, tentu saja dalam proses pengerjaannya dibutuhkan dukungan penuh dari masyarakat dan hal inilah yang terlihat sejak awal proses pembangunan.
Mulai dari kegiatan sosialisasi, masyarakat terlibat secara langsung dalam proses tersebut dengan memberikan berbagai usulan dalam pembangunan ruang kelas baru, dan bukan hanya itu, pada saat pengerjaan yang dimulai pada awal desember kemarin, masyarakat berduyun duyun untuk gotong royong dalam proses pembangunan ini.
Dengan tingkat partisipasi masyarakat seperti ini, tentunya target terselesaikannya kegiatan pembangunan dalam waktu 2 bulan dapat tercapai dengan hasil maksimal dan siswa siswi MA An-nazhar dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih layak untuk menimba ilmu.
Pelaksanaan Ujian Nasional tahun pelajaran 2013/2014 tinggal menyisakan beberapa bulan lagi, setiap sekolah mulai dari SD, SMP bahkan SMA sederajat mulai mempersiapkan siswa-siswinya dengan sebaik mungkin untuk menghadapi Ujian Nasional, tentu saja agar setiap siswa-siswinya sukses dalam ujian tersebut dan mendapatkan nilai yang bagus agar bisa lulus dari sekolahnya.
Tidak terkecuali dengan SD-SMPN Satap 2 Batukliang, Sekolah sederhana yang berlokasi di desa tojong-ojong kecamatan batukliang ini tidak ingin terlewatkan dalam mempersiapkan siswa-siswinya dalam menghadapi ujian nasional tersebut, tidak tanggung-tanggung empat orang guru pemengang mata pelajaran yang di UN kan di utus untuk mengikuti Bimbingan Teknis Pendalaman Materi Mata Pelajaran Guru SD-SMP Satu Atap Tahun Anggaran 2013 yang berlangsung di hotel Utami Sidoarjo, keempat guru tersebut adalah lalu dedi hartono, s.pd. henny fidriawati,s.pd. h. pahrurrazi, s.pd. dan harnadi hajri, s.pd.
Kegiatan Bintek yang berlangsung mulai tanggal 11 s/d 17 November 2013 ini di ikuti oleh 180 orang peserta yang berasal dari 45 SD-SMP Satu Atap yang tersebar di 4 provinsi kawasan indonesia timur.
seperti yang disampaikan oleh pak elok salah seorang panitia bimtek pendalaman materi mata pelajaran, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk mempersiapkan SD-SMP dalam menghadapi Ujian Nasional, dimana dalam kegiatan ini, para peserta dibimbing membedah kisi-kisi ujian nasional sehingga penyampaian kepada peserta didik sesuai dengan indikator dan kisi-kisi yang ada.
selain itu, peserta juga diajarkan membuat soal setara UN yang akan diterapkan pada saat try out di sekolah, pada akhir kegiatan peserta akan bekali dengan berbagai bahan ajar berupa perangkat pembelajaran multimedia, komik pemberajaran dan CD pembelajaran.
Pembangunan Kantor Desa Untuk Meningkatkan Kwalitas Pelayanan Masyarakat
9 Nov 2013
Tag :
Berita Kampung
Kantor desa pagutan merupakan satu-satunya wadah tempat berlangsungnya semua kegiatan pelayanan kepada masyarakat di desa pagutan, kantor desa yang sangat sederhana dan terkesan mungil ini sering kali kebanjiran kegiatan, mulai dari pelayanan kepada masyarakat, rapat-rapat, pertemuan, bahkan kegiatan pelatihan dan pemberdayaan masyarakat berlangsung disini. tentu saja dengan membludaknya kegiatan di kantor desa pagutan menyebabkan sering terhambatnya berbagai pelayanan sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal.
Hal inilah yang mendorong Kepala Desa Pagutan Bapak Samsul Rizal, SH, menginisiasi pembangunan kantor desa pagutan demi tercapainya pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, karena saat ini banyak diantara masyarakat yang segan untuk datang ke kantor desa ketika ada kegiatan rapat atau pertemuan di aula kantor desa yang masih menyatu dengan ruang tengah kantor desa pagutan, sehingga masyarakat yang tadinya membutuhkan pelayanan menjadi segan untuk mengurus kebutuhannya di kantor desa pagutan.
Tentu saja rencana pembangunan kantor desa pagutan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam mensukseskan pembangunan gedung 2 lantai tersebut, masyarakat berbondong-bondong datang untuk bergotong royong dalam pembangunan kantor desa pagutan.
Kegiatan pembangunan yang akan menelan dana sekitar 800 juta ini dimulai pada bulan lalu dan di harapkan dapat terselesaikan pada 4 tahun mendatang, dengan melihat tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam mensuskseskan pembangunan tersebut tidak menutup kemungkinan pembangunan tersebut dapat terselesaikan sebelum target yang ditetapkan, apalagi jika pemerintah daerah ikut serta memberikan kontribusi dalam pembangunan tersebut maka pembangunannya akan semakin cepat selesai.
Jambore Kampung Media 2013 merupakan ajang unjuk kreatifitas bagi seluruh komunitas kampung media yang tersebar di 60 titik se provinsi NTB, kegiatan jambore pada tahun ini sedikit berbeda dengan jambore tahun sebelumnya, dimana pada tahun ini pelaksanaan jambore kampung media terkesan lebih sederhana dan natural dengan mengusung tema "bangga menjadi NTB", kampung media mencoba menunjukkan potensi NTB dalam kegiatan tersebut.
Jambore yang diselenggarakan di hotel lombok raya pada tanggal 7 november kemarin, mencoba menampilkan kreatifitas kampung media dalam menciptakan kemandirian melalui kegiatan ekonomi kreatif di daerah masing masing, salah satu kegiatannya adalah sambung rasa bersama ibu DR. Erika Zainul Majdi salah seorang pakar komunikasi asal NTB yang bercerita banyak tentang eksitensi media dan internet, selain itu kampung media juga saling bertukar pikiran terkait ide-ide kreatif untuk memajukan NTB 5 tahun mendatang.
Selain itu, pada puncak acara pelaksanaan jambore kampung media di adakan malam anugrah kampung media sebagai bentuk dukungan dishubkominfo NTB dalam mensupport eksistensi kampung media dalam menyebarkan informasi, dan motivator bagi masyarakat sekitar. pada malam anugrah tersebut, diberikan trofi dan penghargaan kepada 20 kampung media terbaik sebagai duta informasi provinsi NTB diantaranya adalah kampung media al-hikmah. diberikan juga penghargaan kepada 5 pengelola PLIK terbaik dan mendapatkan hadiah langsung dari PT. WEB selaku penyedia jaringan, dan juga penghargaan bagi marwan salah seorang pejuang pendidikan asal kaki gunung di provinsi NTB.
Kegiatan jambore tahun 2013 berlangsung meriah meskipun dalam kesederhanaan dengan dihadiri oleh ibu Dr. Erika Zainul Majdi dan Wakil Gubernur NTB pabak Muhammad Amin.
Internet Governance Forum yang merupakan forum internasional tentang tata kelola internet dunia pada tahun 2013 diadakan di Nusa Dua Convention Hall Bali, Kegiatan yang menelan anggaran 23 Milyar ini berlangsung selama 5 hari mulai dari 21 sampai dengan 25 oktober 2013.
Pada hari kedua ini, kegiatan IGF 2013 resmi di buka oleh menkominfo bapak tifatul, sebelum membuka acara secara resmi beliau memberikan sambutan dihadapan 2500 peserta IGF yang berasal dari seluruh dunia.
Dalam sambutannya, Tifatul menggarisbawahi tentang pentingnya etika siber (cyber ethics) dalam pengaturan internet secara global berkaitan dengan sisi negatif internet. Adapun tema yang didiskusikan adalah mengenai 'Global Multi-stakeholder Collaboration for Achieving a Safe, Secure, and Tolerant Cyberspace: Enabling Growth and Sustainable Development through Cyber Ethics'.
Di ajang ini para leaders dari berbagai sektor berkumpul dan berdialog secara terbuka mengenai isu-isu yang dihadapi di dunia internet. Dengan adanya etika siber, para pemangku kepentingan dharapkan dapat saling menghargai satu sama lain dan saling membantu dalam mengelola Internet.
Dalam kegiatan IGF 2013 tersebut, kampung media al-hikmah tidak ingin kehilangan momentum dalam ajang internasional yang sangat langka ini sehingga mengutus dua orang anggotanya dalam kegiatan tersebut yakni harnadi hajri dan syamsul efendi.
diharapkan dengan mengikuti kegiatan tersebut, pengetahuan dan ilmu yang didapat dapat di share kepada anggota komunitas yang lain.
Kampung Media al-hikmah sebagai salah satu komunitas kampung media di kabupaten lombok tengah, saat ini masih dalam tahap berkembang dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk kemajuan dan eksistensinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas.
Salah satu upaya yang dilakukan kampung media alhikmah adalah mencoba melakukan kegiatan usaha mandiri diantaranya dengan membuka layanan bimbingan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan pembinaan dan pelatihan di bidang teknologi tersebut.
Tentu saja pada pelaksanaannya membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang, mulai dari proses penyediaan sarana prasarana, perizinan dari instansi terkait, sampai dengan proses promosi dan perekrutan peserta didik. hal inilah yang mendasari pengurus kampung media al-hikmah mengadakan diskusi perencanaan pelaksanaan kegiatan pada hari selasa, 7 oktober 2013 bertempat di sekretariat kampung media al-hikmah. pada diskusi tersebut, pengurus kampung media al-hikmah merencanakan kegiatan usaha guna mencapai kampung media mandiri sehingga dapat tetap eksist dimasa yang akan datang.
diskusi tersebut dihadiri oleh seluruh anggota kampung media al-hikmah yang berjumlah 8 orang, dan disepakati kegiatan pembinaan dan pelatihan yang selama ini masih belum maksimal untuk di tingkatkan mutu dan kualitasnya sehingga peserta didik semakin puas dengan pelayanan yang di berikan.
Rencananya, kampung media al-hikmah akan go publik setelah PLIK kec. batukliang yang dijanjikan untuk di relokasi ke sekretariat kampung media al-hikmah jadi dipindahkan, oleh sebab itu, kampung media al-hikmah sangat mengharapkan kepada pemangku kebijakan terutama PT. Lintas artha untuk segera me relokasi PLIK tersebut guna lebih meningkatkan kemandirian kampung media al-hikmah dalam menunjang aktivitas yang selama ini di lakukan. (hajri)
Kreatifitas kaum perempuan di desa pagutan semakin meningkat pasca diadakannya kegiatan pelatihan penguatan kapasitas kelompok SPP oleh TPK PNPM Mandiri Perdesaan, kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari berturut-turut dari tanggal 18 s/d 22 september 2013 di aula kantor desa pagutan beberapa minggu yang lalu, kini mulai menampakkan hasil, peserta yang tadinya tidak memiliki keterampilan di bidang jasa boga kini telah mahir dalam mengolah makanan terutama dari hasil pertanian.
Seperti yang terlihat di rumah salah satu peserta pelatihan tata boga "mastuni" yang berasal dari dusun sangkawana, siang ini sedang asyik membuat aneka jajanan seperti donat tape, rengginang singkong, manisan tomat, manisan kelapa muda, dan bergedel yang bahan bakunya merupakan hasil pertanian di desa pagutan.
Tentu saja aneka jajanan yang dibuatnya nampak begitu lezat, terutama setelah dikemas secara modern menggunakan mika plastik yang ditempeli cap produksi membuat jajanan hasil kreasinya semakin manggiurkan. hal ini yang membuat tim kampung media mencoba kelezatan manisan tomat yang dibuatnya, dan ternyata rasanya sangat lezat tidak kalah dengan jajanan restoran di perkotaan.
Rencananya, jajanan hasil kreasi dari kelompok perempuan di desa pagutan akan dijadikan sebagai industri rumahan yang nantinya dapat mensejahtrakan rumah tangga kaum perempuan di desa pagutan.
Keterampilan saat ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi setiap orang, karena tanpa adanya keterampilan seseorang akan kesulitan dalam mencari nafkah untuk mencapai kesejahteraan. terutama bagi kaum perempuan, saat ini masih mengharap kepada kaum lelaki untuk mencari nafkah, sehingga ketika para lelaki sudah tak sanggup lagi mencari, maka perempuan tersebut akan semakin sulit menjalani hidup.
hal inilah yang mendasari TPK PNPM MP Desa Pagutan untuk melaksanakan kegiatan pelatihan keterampilan tata boga bagi perempuan di desa pagutan.
selain untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam mengolah makanan, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kreatifitas mereka dalam berwirausaha. diharapkan nantinya para peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat membuka usaha mandiri baik rumahan maupun industri kecil-kecilan di bidang jasa boga.
pelatihan ini diikuti oleh 25 orang perempuan yang berasal dari seluruh dusun di desa pagutan, materi pokok yang diajarkan yaitu bagaimana mengolah hasil pertanian sebagai makanan yang bernilai jual dan mendongkrak nilai ekonomi suatu produk. kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 5 hari mulai dari 18 september sapai dengan 22 oseptember 2013 yang bertempat di aula kantor desa pagutan.
Berawal dari kegiatan salah seorang dari Dusun Karang Bejelo,
Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, bernama Guru Majid yang
mengajarkan ilmu baca Al-Qur’an dan ilmu Agama Islam lainnya kepada anak-anak,
yang bertempat di sebuah Gubuk reot, rumah Guru Majid.
Mengingat minat masyarakat untuk mempelajari ilmu agama
islam pada saat itu sangat tinggi maka beliau termotifasi untuk meningkatkan
kemampuan intelektualnya di bidang Agama Islam, dengan harapan dapat memberikan
yang terbaik bagi umat. Pada tahun 1951, Guru Majid melanjutkan studinya di
madrasah Solatiah di Saudi Arabia selama 7 tahun, dan selesai pada tahun 1958.
Pada tanggal 12 desember 1959, Guru Majid yang telah ganti
nama menjadi TGH. MOH. FADHIL TOHIR. dan masyarakat/jamaah menyebutnya
dengan panggilan TGH. FADHIL TOHIR. Sebelum beliau mendirikan pondok pesantren
dengan nama yayasan pondok pesantren/ sosial Attohiriyah, pada saat itu
lebih dikenal dengan nama ini. Selanjutnya melalui lembaga inilah Tgh. Moh. Fadhil
Tohir mengembangkan dan menyebar luaskan syari’ah islam dengan mendidik para
santri ilmu agama melalui kitab-kitab kuning serta berkeliling ke
pelosok-pelosok desa tanpa mengenal lelah untuk memberikan pengajian/ dakwah
bil-lisan maupun dakwah bil-hal kepada masyarakat.
Pada tanggal 14 desember 1989, Tgh. Moh. Fadhil Tohir meninggal
dunia dan estapet kepemimpinan sesuai hasil musyawarah yang dihadiri oleh
masyarakat/simpatisan Attohiriyah diserahkan kepada putera beliau yaitu H. Ach.
Fadly FT.
Pada tanggal 10 Januari, diadakanlah musyawarah oleh badan
musyawarah Yayasan, lalu diadakanlah perubahan nama Pondok Pesantren, yaitu
dengan menambah kata Al-Fadhiliyah, sehingga menjadi Yayasan Attohiriyah Al-Fadhiliyah
yang disingkat dengan YATOFA.
Ini bukan sembarang sumur. Unik, aneh dan hanya ada di satu
tempat. Sumur raksasa dengan diameter kurang lebih lima meter persegi , dengan kedalaman kurang
lebih lima belas meter persegi. Sumur ini dikenal banyak orang. Selain tempat
mandi, sering juga dijadikan tempat memancing, apalagi kalau santri libur,
pemancing dari luar banyak datang bergelombolan. Bahkan ada yang dari lombok
utara. Bagaimana mereka tidak suka mancing, ikannya besar-besar, mulai dari
ikan sepet, lele, kiper, dan lain-lain. Sumur raksasa itu berada di pondok Pesantren
Attohiriyah Al-Fadiliyah (YATOFA), Bodak, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok
Tengah. Menurut penuturan beberapa pengasuh ponpes, sumur itu dibangun tahun
1995. “Sumur ini digali di zaman
Almarhum Datoq Fadhil (pendiri YATOFA- Red) ” ungkap khaerudin, pengasuh di
tempat itu. Santri yang berjumlah tujuh ratusan, hanya mandi di tempat
itu. “sumur ini memang digali hanya
untuk mandi,karena pada zaman dulu, air jarang, sehingga sumur inilah yang
menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan ribuan santri pada saat itu” tambah
khaerudin. Selain mengandalkan air dari mata
air sumur, sumur tersebut dialiri air PAM, semua santri tercukupi dengan air. di ponpes itu, tidak disediakan tempat mewah untuk mandi, bahkan hanya cukup dengan symyr raksasa itu. ihsan, pengasuh juga di tempat itu menjelaskan bahwa hal ini untuk membiasakan santri hidup bersosial dan sederhana.
Ahmad Muzakki,
pemuda yang baru berusia dua puluh lima ini, walaupun tidak pernah kuliah, terkenal
ulet, gigih dan pantang menyerah. Buktinya, ia dengan kakaknya, Ibrahim,
berumur tiga puluh, merintis PAUD di dekat rumahnya, Gunung Masmeru, Desa
Barabali, Kecamatan Batukliang.. Memang kedua bersaudara ini adalah keturunan Tuan
Guru, almarhum Tgh. Hasan, yang wafat beberapa tahun yang lalu, dan
meninggalkan tiga lokal dan santren untuk anaknya, namun kedua bersaudara ini
hanya sekolah sampai Aliyah, dan termasuk keluarga berekonomi menengah ke
bawah. PAUD yang mulai beroperasi pada tanggal 24 juni 2013 ini diharapkan
mampu membangun sumber daya manusia, khususnya di Dusun Gunung Masmiru. “kami
membangun PAUD ini, semata -mata hanya ingin mengabdi untuk masyarakat, walaupu
masyarakat tidak mendukung kami. Kami tidak akan menyerah, kami tidak mengharapkan
upah dari pemerintah, kami hanya ingin berbuat yang terbaik untuk Negara, dan
kami ingin melanjutkan misi almarhum bapak kami” terang pemuda yang akrab
dipanggil jaki tersebut. Selain PAUD AL-IKHLASH, ia juga membimbing anak-anak
belajar ngaji Qur’an dan Kitab, di malam hari. “PAUD ini telah mendapatkan
bantuan 50 juta dari dikpora, dengan bantuan bapak kepala desa, dan insya Alloh
kedepan kami akan membuat SD di sini” lanjut Jaki, yang merupakan kepsek PAUD
itu. Rencananya, 6 lokal yang sudah ada akan ditambah lagi, agar tempat orang
diniyah lebih banyak. Dikatakan tidak ada dukungan masyarakat, karena setiap
kali kerja untuk perbaikan fisik madrasah ataupun santren, tidak ada satupun
masyarakat yang ikut membantu, bahkan ia sering dikatakan SO’ oleh masyarakat sekitar. Madrasah itu
adalah peninggalan orang tuanya, yang wafat pada tahun 2006. “ almarhum wafat,
madrasah ini pun ikut wafat, tapi sekarang alhamdulillah kita bisa hidupkan
kembali” beber ibrohim, kakak jaki yang sekaligus menjadi ketua yayasannya,
Yasasan Alhasaniyah. Jaki dan kakaknya ibrohim membangun PAUD ini hanya denga
modal nekat. ( syahril)
















