Jadilah Orang Yang Keras Kepala!
Dua begawan Donald Trump dan Robert Kiyosaki sempat wanti-wanti, baik dalam kehidupan sehari-hari, bisnis,
investasi, karya maupun bidang lainnya, kita mesti berpikir untuk menang, bukan sekedar tidak kalah.
Terkait itu, saya sreg sekali dengan General Electric (GE) - perusahaan terbesar nomor dua di dunia. Berawal pada
tahun 1876, mengandalkan kekuatan teknologinya, GE kemudian merambah peralatan rumah tangga, lampu listrik,
finansial, mesin jet pesawat, pembangkit nuklir, dan lain-lain.
Lantaran seradak-seruduk di segala lahan, mulai dekade 1970-an GE menjelma menjadi raksasa gemuk yang tidak
lincah dan boros. Untunglah, pada tahun 1981 GE dinahkodai figur luar biasa bernama Jack Welch. Dengan teriakan,
"Fix, Close, Sell!" ia pun melego 200 anak perusahaannya dan mengakuisisi 1.700 perusahaan lainnya. Kriteria melego
atau mengakuisisinya sederhana saja, menjadi nomor satu atau menjadi nomor dua di bidangnya. Apabila tidak, GE
akan melupakan bidang tersebut. Istilah lainnya, memastikan menang, bukan sekedar tidak kalah.
Saat Jack masuk, nilai GE adalah US$ 14 miliar. Sewaktu ia keluar 20 tahun kemudian, nilainya meloncat setinggi
US$130 miliar. Kalau boleh sombong, tidak ada seorang pun pemimpin di muka bumi ini yang sanggup melipatgandakan
nilai seperti itu, selain dirinya. Akhir-akhir ini, GE dinilai sebesar setengah triliun dolar dan tahun 2006 merek GE dihargai
sebesar US$ 48.907 juta. Jadilah GE salah satu merek paling mahal di jagat ini. Dan ini semua berakar dari filosofi
menang, bukan sekedar untuk tidak kalah.
Ditanah air, sedikit-banyak Ciputra Group, Kem Chicks, dan Astra International juga mengamalkan falsafah itu. Di segala
medan, mereka bertarung untuk menang, bukan sekedar tidak kalah. Dan percaya atau tidak, pijakan utama untuk
meraihnya adalah dengan menjadi orang keras kepala. Tentunya, dalam artian gigih, bukan ndableg asal-asalan. Tolong
di-highlight itu. Sayangnya, selama ini Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa yang ramah, bukan bangsa yang gigih.
Kalau Jepang dan Korea, barulah disebut-sebut sebagai bangsa yang gigih.
Catatlah, baik Ciputra, Bob Sadino, maupun William Soerjadjaja juga pernah pailit bahkan terbelit utang. Tidak
terkecuali. Setidak-tidaknya pada periode-periode tertentu. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak kepikir untuk balik
kampung. Alih-alih begitu, mereka malah terus maju. Kini, mereka adalah ikon di jalurnya masing-masing.
Seorang ekonom asal Bangladesh - Muhammad Yunus_ akan menunjukan kepada kita semua apa yang dimaksud
dengan gigih. Obsesinya ketika itu adalah bagaimana bank-bank setempat dapat menyalurkan dan mengulurkan kredit
kepada warga yang sangat miskin. Bayangkan saja banyak diantara mereka mengharapkan pinjaman berkisar 12.000
rupiah.
Ide yang sangat mulia ini sempat ia sodorkan kemana-mana, namun ternyata semua pihak cuma menggelengkan
kepala. Sepintar apapun ia berargumen, tetap saja bankir dan pejabat pemerintah berdalih,"Orang melarat tidak layak
dikucur kredit." Untunglah, ia termasuk orang yang gigih. Ia tanggalkan dan tinggalkan cara pandang seekor burung. Alihalih
begitu, ia malah mengenakan cara pandang seekor cacing, dimana ia berusaha mangetahui apa yang terhampar
tepat didepan mata. Dengan mengendusnya. Dengan menyentuhnya.
Mulanya, ia hanya menjadi semacam penjamin bagi warga yang sangat miskin. lama-kelamaan, ia menjadi perintis
banknya sendiri-tentu saja sesuai dengan konsep yang ia cita-citakan sedari awal. Namanya Gremeen Bank. Tanpa
diduga-duga, kini bank itu berhasil menangani 46.000 desa di Bangladesh melalui 1.200 cabang. Atas jasanya yang
tidak mengenal lelah tersebut ia pun dianugerahi Nobel Perdamaian. Itulah buah dari kegigihan.
Dua begawan Donald Trump dan Robert Kiyosaki sempat wanti-wanti, baik dalam kehidupan sehari-hari, bisnis,
investasi, karya maupun bidang lainnya, kita mesti berpikir untuk menang, bukan sekedar tidak kalah.
Terkait itu, saya sreg sekali dengan General Electric (GE) - perusahaan terbesar nomor dua di dunia. Berawal pada
tahun 1876, mengandalkan kekuatan teknologinya, GE kemudian merambah peralatan rumah tangga, lampu listrik,
finansial, mesin jet pesawat, pembangkit nuklir, dan lain-lain.
Lantaran seradak-seruduk di segala lahan, mulai dekade 1970-an GE menjelma menjadi raksasa gemuk yang tidak
lincah dan boros. Untunglah, pada tahun 1981 GE dinahkodai figur luar biasa bernama Jack Welch. Dengan teriakan,
"Fix, Close, Sell!" ia pun melego 200 anak perusahaannya dan mengakuisisi 1.700 perusahaan lainnya. Kriteria melego
atau mengakuisisinya sederhana saja, menjadi nomor satu atau menjadi nomor dua di bidangnya. Apabila tidak, GE
akan melupakan bidang tersebut. Istilah lainnya, memastikan menang, bukan sekedar tidak kalah.
Saat Jack masuk, nilai GE adalah US$ 14 miliar. Sewaktu ia keluar 20 tahun kemudian, nilainya meloncat setinggi
US$130 miliar. Kalau boleh sombong, tidak ada seorang pun pemimpin di muka bumi ini yang sanggup melipatgandakan
nilai seperti itu, selain dirinya. Akhir-akhir ini, GE dinilai sebesar setengah triliun dolar dan tahun 2006 merek GE dihargai
sebesar US$ 48.907 juta. Jadilah GE salah satu merek paling mahal di jagat ini. Dan ini semua berakar dari filosofi
menang, bukan sekedar untuk tidak kalah.
Ditanah air, sedikit-banyak Ciputra Group, Kem Chicks, dan Astra International juga mengamalkan falsafah itu. Di segala
medan, mereka bertarung untuk menang, bukan sekedar tidak kalah. Dan percaya atau tidak, pijakan utama untuk
meraihnya adalah dengan menjadi orang keras kepala. Tentunya, dalam artian gigih, bukan ndableg asal-asalan. Tolong
di-highlight itu. Sayangnya, selama ini Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa yang ramah, bukan bangsa yang gigih.
Kalau Jepang dan Korea, barulah disebut-sebut sebagai bangsa yang gigih.
Catatlah, baik Ciputra, Bob Sadino, maupun William Soerjadjaja juga pernah pailit bahkan terbelit utang. Tidak
terkecuali. Setidak-tidaknya pada periode-periode tertentu. Akan tetapi, mereka sama sekali tidak kepikir untuk balik
kampung. Alih-alih begitu, mereka malah terus maju. Kini, mereka adalah ikon di jalurnya masing-masing.
Seorang ekonom asal Bangladesh - Muhammad Yunus_ akan menunjukan kepada kita semua apa yang dimaksud
dengan gigih. Obsesinya ketika itu adalah bagaimana bank-bank setempat dapat menyalurkan dan mengulurkan kredit
kepada warga yang sangat miskin. Bayangkan saja banyak diantara mereka mengharapkan pinjaman berkisar 12.000
rupiah.
Ide yang sangat mulia ini sempat ia sodorkan kemana-mana, namun ternyata semua pihak cuma menggelengkan
kepala. Sepintar apapun ia berargumen, tetap saja bankir dan pejabat pemerintah berdalih,"Orang melarat tidak layak
dikucur kredit." Untunglah, ia termasuk orang yang gigih. Ia tanggalkan dan tinggalkan cara pandang seekor burung. Alihalih
begitu, ia malah mengenakan cara pandang seekor cacing, dimana ia berusaha mangetahui apa yang terhampar
tepat didepan mata. Dengan mengendusnya. Dengan menyentuhnya.
Mulanya, ia hanya menjadi semacam penjamin bagi warga yang sangat miskin. lama-kelamaan, ia menjadi perintis
banknya sendiri-tentu saja sesuai dengan konsep yang ia cita-citakan sedari awal. Namanya Gremeen Bank. Tanpa
diduga-duga, kini bank itu berhasil menangani 46.000 desa di Bangladesh melalui 1.200 cabang. Atas jasanya yang
tidak mengenal lelah tersebut ia pun dianugerahi Nobel Perdamaian. Itulah buah dari kegigihan.
Buat rekan-rekan yang bingung mau cari program aplikasi buat PC, Film untuk rehat, Musik, Dokumenter, Ebook dll atau yang susah cari crack dan serialnya, silahkan kunjungi aja link dibawah ini, software yang jadul ampe terbaru ada disini, tanpa susah payah bisa langsung dipake... hehe
1. Link Aplication
2. Indowebster
3. Freeware
Kalo ada yang gratis, ngapaen bayar... iya g? hehe...
1. Link Aplication
2. Indowebster
3. Freeware
Kalo ada yang gratis, ngapaen bayar... iya g? hehe...
Bagi rekan-rekan guru yang masih kesulitan menemukan bahan ajar TIK untuk SMA/MA silahkan gunakan Modul TIK dibawah ini..:
Pengantar & Daftar Isi
Kelas 10
Pengantar & Daftar Isi
Kelas 10
- Buku Panduan TIK SMA Semester 1 (Bab 1)
- Buku Panduan TIK SMA Semester 2 (Bab 2)
- Latihan Praktek TIK SMA Kelas 10
- Latihan Soal TIK SMA Kelas 10
- Buku Panduan TIK SMA Semester 1 (Bab 3)
- Buku Panduan TIK SMA Semester 2 (Bab 4)
- Latihan Praktek TIK SMA Kelas 11
- Latihan Soal TIK SMA Kelas 11
Dua perlengkapan guru yang perlu disiapkan dalam proses KBM adalah Silabus dan RPP. Halaman ini khusus berisi Silabus dan RPP yang dibuat penulis untuk bahan pengajaran di MA An-Nazhar Pagutan
Silabus & RPP alias Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini dibuat disesuaikan dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Beberapa materi bahan ajar TIK yang disusun dalam bentuk presentasi menggunakan program Microsoft PowerPoint untuk siswa SMP dan SMA
Kumpulan Soal-soal Ulangan Pelajaran TIK yang penulis buat, khusus untuk siswa SMP dan SMA Kosgoro Kota Bogor. Materi Ulangan disesuaikan dengan Kurikulum KTSP.
Download :
Ulangan TIK SMA
Kelas 10
Ujian Mid Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 2 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 2 – [ Download Soal ]
Kelas 11
Ujian Mid Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 2 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 2 – [ Download Soal ]
Kelas 12
Ulangan Harian Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 2 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Sekolah (UAS) – [ Download Soal ]
Ujian Praktek – [ Download Soal ]
Download :
Ulangan TIK SMA
Kelas 10
Ujian Mid Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 2 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 2 – [ Download Soal ]
Kelas 11
Ujian Mid Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 2 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 2 – [ Download Soal ]
Kelas 12
Ulangan Harian Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Semester 1 – [ Download Soal ]
Ujian Mid Semester 2 – [ Download Soal ]
Ujian Akhir Sekolah (UAS) – [ Download Soal ]
Ujian Praktek – [ Download Soal ]
Buat para guru dan siswa yang masih bingung mau praktek listrik, tapi alat dan bahan susah didapat.. silahkan manfaatkan dan downloah lab. virtual di bawah ini :
1. CD. Lab. Virtual Listrik
2. Electricity
Cara instalasi dan penggunaan cukup mudah.
Semoga Bermanfaat....
1. CD. Lab. Virtual Listrik
2. Electricity
Cara instalasi dan penggunaan cukup mudah.
Semoga Bermanfaat....
Jika Anda tak puas dengan kondisi keuangan saat ini, saatnya untuk menggerakkan diri Anda untuk melakukan perubahan. Anda tentu tak ingin selamanya terlilit utang, atau memiliki kondisi finansial yang tidak sehat, tanpa tabungan atau dana cadangan. Penghasilan habis dalam sebulan untuk membayar semua kewajiban, dan tak tersisa untuk keinginan Anda mengembangkan diri, menjalankan hobi, berkontribusi untuk aktivitas sosial, atau bahkan mewujudkan rencana bisnis yang sudah lama Anda simpan.
Valentino Dinsi, SE, MM, MBA, pendiri Muslimcoach menekankan pentingnya membangun fondasi kuat dengan perubahan mindset.
“Apa yang Anda tuju itu yang akan Anda dapatkan, karenanya Anda harus spesifik menentukan apa yang dinginkan. Temukan diri Anda, apa sebenarnya yang Anda inginkan dalam hidup. Aktivasikan Reticular Activating System atau RAS, yang berfungsi sebagai kompas dalam diri,” papar Valentino dalam seminar bertema “Entrepreneur in You” yang diadakan oleh Department Group of Magazine.
“Apa yang Anda tuju itu yang akan Anda dapatkan, karenanya Anda harus spesifik menentukan apa yang dinginkan. Temukan diri Anda, apa sebenarnya yang Anda inginkan dalam hidup. Aktivasikan Reticular Activating System atau RAS, yang berfungsi sebagai kompas dalam diri,” papar Valentino dalam seminar bertema “Entrepreneur in You” yang diadakan oleh Department Group of Magazine.
Dalam seminar, Valentino mengelaborasi bagaimana sikap dan cara berpikir Anda untuk membantu meraih tujuan atau bahkan menarik uang sebagai salah satu cara memperbaiki kualitas hidup Anda.
1. Kemauan belajar dan mencari mentor
Orang sukses banyak jumlahnya. Buku yang berisi ragam cara menjadi sukses atau kisah sukses seseorang atau perusahaan juga berlimpah. Jika mau belajar, sumber ilmu ini bisa menjadi mentor bagi Anda untuk memulai mengubah keadaan saat ini. Terutama bagi Anda yang merasa terpuruk dengan kondisi finansial dan atau pekerjaan, yang dirasakan stagnan dan tak membuat Anda berkembang dengan potensi yang sebenarnya Anda miliki.
“Hakekat belajar adalah bertanya dan meminta jawaban”. Pertanyaan adalah jawaban. Belajarlah dengan mentor, tanyakan bagaimana bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, dan belajarlah dari cerita dan pengalamannya. Saya selalu menanyakan hal itu kepada mentor dan bahkan meminta untuk menjadi murid orang-orang sukses ini,” aku Valentino yang mengaku belajar dari kesuksesan Bob Sadino.
Orang sukses banyak jumlahnya. Buku yang berisi ragam cara menjadi sukses atau kisah sukses seseorang atau perusahaan juga berlimpah. Jika mau belajar, sumber ilmu ini bisa menjadi mentor bagi Anda untuk memulai mengubah keadaan saat ini. Terutama bagi Anda yang merasa terpuruk dengan kondisi finansial dan atau pekerjaan, yang dirasakan stagnan dan tak membuat Anda berkembang dengan potensi yang sebenarnya Anda miliki.
“Hakekat belajar adalah bertanya dan meminta jawaban”. Pertanyaan adalah jawaban. Belajarlah dengan mentor, tanyakan bagaimana bisa menjadi sukses seperti sekarang ini, dan belajarlah dari cerita dan pengalamannya. Saya selalu menanyakan hal itu kepada mentor dan bahkan meminta untuk menjadi murid orang-orang sukses ini,” aku Valentino yang mengaku belajar dari kesuksesan Bob Sadino.
2. Aktivasi RAS dengan menuliskan apa yang Anda inginkan
Reticular Activating System atau RAS merupakan bagian dari otak yang bisa menggerakkan semangat atau motivasi untuk melakukan sesuatu. RAS, dikatakan Valentino, seperti kompas yang akan membantu Anda mendapatkan tujuan yang telah spesifik Anda tetapkan. Apapun yang Anda inginkan, kata Valentino, cobalah tuliskan di atas kertas, dan tidak disimpan saja di dalam pikiran. Menuliskan keinginan Anda sama dengan mengaktivasi RAS dalam otak. Dalam seminar, Valentino meminta peserta menuliskan deretan keinginan dengan judul utama, “10 hal yang akan saya miliki sebelum saya mati”. Coba saja ambil selembar kertas berukuran A4, lalu tuliskan judul tersebut, dan mulailah menuliskan apa yang selama ini Anda inginkan.
Reticular Activating System atau RAS merupakan bagian dari otak yang bisa menggerakkan semangat atau motivasi untuk melakukan sesuatu. RAS, dikatakan Valentino, seperti kompas yang akan membantu Anda mendapatkan tujuan yang telah spesifik Anda tetapkan. Apapun yang Anda inginkan, kata Valentino, cobalah tuliskan di atas kertas, dan tidak disimpan saja di dalam pikiran. Menuliskan keinginan Anda sama dengan mengaktivasi RAS dalam otak. Dalam seminar, Valentino meminta peserta menuliskan deretan keinginan dengan judul utama, “10 hal yang akan saya miliki sebelum saya mati”. Coba saja ambil selembar kertas berukuran A4, lalu tuliskan judul tersebut, dan mulailah menuliskan apa yang selama ini Anda inginkan.
“Lipat kertas hingga berukuran kecil dan kantongi”. Anda sedang menuliskan masa depan untuk diri sendiri. Selama ini Anda sibuk memikirkan orang lain, jadi berikan waktu untuk diri sendiri, setidaknya dengan menuliskan apa yang ingin Anda miliki,” tuturnya. Ia mencontohkan, anak usia delapan tahun di Amerika menuliskan lebih dari 200 keinginan, dan pada usia 53 tahun, 100 persen yang ditulisnya menjadi kenyataan. Hal serupa juga terjadi pada Valentino, yang menuliskan rencana spesifik tentang target pencapaiannya sejak usianya 17-18 tahun. Hingga kini 70-80 persen daftar keinginannya terpenuhi.
3. Jawab pertanyaan ini spesifik, sebenarnya Anda ingin menjadi apa?
Hal inilah yang terjadi pada Bill Gates seperti dikisahkan Valentino dalam seminar. Pria terkaya nomor dua tahun 2010 versi majalah Forbes ini tahu sejak awal ingin menjadi apa. Karenanya ia keluar dari Harvard dan fokus dengan bisnisnya. Saat ditanya wartawan mengapa ia keluar dari Harvard, pada saat menerima gelar doktor di universitas ternama ini, Gates menjawab ia tahu ingin menjadi apa dan juga mengetahui keinginan itu tak akan terwujud jika tetap berada di Harvard.” Jadi, sebaiknya mulai kenali diri, sebenarnya Anda ingin menjadi apa? “
Hal inilah yang terjadi pada Bill Gates seperti dikisahkan Valentino dalam seminar. Pria terkaya nomor dua tahun 2010 versi majalah Forbes ini tahu sejak awal ingin menjadi apa. Karenanya ia keluar dari Harvard dan fokus dengan bisnisnya. Saat ditanya wartawan mengapa ia keluar dari Harvard, pada saat menerima gelar doktor di universitas ternama ini, Gates menjawab ia tahu ingin menjadi apa dan juga mengetahui keinginan itu tak akan terwujud jika tetap berada di Harvard.” Jadi, sebaiknya mulai kenali diri, sebenarnya Anda ingin menjadi apa? “
4. Lakukan yang terbaik dan kesempatan baik akan menghampiri Anda
Peningkatan kualitas diri perlu terus-menerus diupayakan. Lakukan saja yang terbaik, tanpa disibukkan dengan memikirkan apakah ini adil untuk Anda atau tidak, atau ada hal lain yang bisa menghambat kinerja Anda, kata Valentino. “Keberuntungan akan datang dengan sendirinya kepada orang yang selalu melakukan hal terbaik dengan pekerjaannya, atau dalam hidupnya”. Kesempatan baik akan datang pada waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, lakukan dan berikan hal terbaik dari diri Anda tanpa pamrih. Dan lihat nanti, saat waktunya tiba, kesempatan, keberuntungan bahkan uang, akan membayar kerja keras Anda.
Peningkatan kualitas diri perlu terus-menerus diupayakan. Lakukan saja yang terbaik, tanpa disibukkan dengan memikirkan apakah ini adil untuk Anda atau tidak, atau ada hal lain yang bisa menghambat kinerja Anda, kata Valentino. “Keberuntungan akan datang dengan sendirinya kepada orang yang selalu melakukan hal terbaik dengan pekerjaannya, atau dalam hidupnya”. Kesempatan baik akan datang pada waktu yang tak bisa diprediksi. Jadi, lakukan dan berikan hal terbaik dari diri Anda tanpa pamrih. Dan lihat nanti, saat waktunya tiba, kesempatan, keberuntungan bahkan uang, akan membayar kerja keras Anda.
Jika anda ingin berhasil dalam bisnis, Anda tidak boleh mengabaikan peringatan bahaya yang mengancam roda bisnis Anda. Dengan kata lain, jangan pernah membiarkan suatu masalah berkembang menjadi lebih serius.
Pastikan mata dan telinga terbuka, sebab beberapa sinyal bahaya yang mengancam bisnis Anda sangat jelas. Berikut ini ada 9 masalah yang menjadi perhatian anda,setiap kali mereka muncul:
1. Banyak pelanggan/klien/calon pelanggan yang meninggalkan toko Anda/tempat usaha anda tanpa membeli/melakukan transaksi apapun.
2. Banyak dari pelanggan lama/klien Anda tidak datang kembali ke toko Anda/tempat usaha anda.
3. Pelanggan mengembalikan barang/jasa (komplain/tidak puas terhadap suatu produk/jasa) dalam persentase yang lebih tinggi daripada pertimbangan Anda.
4. Penjualan pada barang/klien pada bidang jasa menurun secara signifikan dibanding periode sebelumnya.
5. Anda kesulitan memenuhi kebutuhan/permintaan klien/pelanggan dari bulan ke bulan.
6. Pelanggan kadang-kadang & sering mengeluh bahwa karyawan Anda tidak peduli terhadap masalah pembelian barang atau jasa (komplain) mereka.
7. Karyawan terbaik Anda meninggalkan pekerjaan dan bergabung dengan pesaing Anda.
8. Produk Anda sering rusak karena salah dalam mendisplai/penanganan di gudang (jika bisnis dalam penjualan barang)
9.Kekayaan bersih bisnis Anda menurun dan menurun.
Lihat ke daftar ini setiap bulan, jika ada Anda harus mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah yang ada. Jika keuntungan Anda menurun dari tahun lalu, seharusnya Anda meluncurkan kampanye iklan untuk membawa orang kembali ke toko Anda. Dengan segala cara, jangan gunakan pendekatan wait and see ketika timbul masalah-masalah ini. Jika Anda tidak mencoba untuk meringankan masalah setelah Anda menyadari hal itu, Anda mungkin menemukan bahwa Anda telah lambat saat ingin mencoba mengatasi masalah tersebut. Jadi, ambil tindakan pembenahan sedini mungkin.
Tidak ada istilah pasar lagi lesu/sepi, karena yang ada adalah klien/pelanggan anda sekarang telah memakai produk dari kompetitor anda.
Sekarang dan Lakukan sekarang…
Kesuksesan seseorang 30 % nya ditentukan oleh IQ dan 70 % ditentukan oleh EQ. EQ itu adalah yang disebut kecerdasan emosional, seperti kemampuan untuk memotivasi diri, keteguhan menghadapi frustasi (untuk mengendalikan gejolak dan penundaan gratifikasi, meregulasi mood dan tidak membiarkan mood menghambat kemampuan berpikir,serta sifat empati dan mampu berharap)
Menurut Julie Jansen, pengarang “I Don’t Know What I Want, But I Know It’s Not This”, ada 11 kunci kesuksesan seseorang, yakni:
1. Keingintahuan
1. Keingintahuan
Menjadi orang yang bersemangat untuk mencari tahu banyak hal dan belajar, menunjukkan ketertarikan pada hal-hal yang tak terlalu jelas, selalu menjadi orang yang berkata, “Saya ingin mengetahui lebih banyak tentang….“
2. Keteguhan
2. Keteguhan
Memiliki gairah, energi, fokus, dan keinginan untuk bisa mendapatkan hasil yang diinginkan. Motivasi, ketekunan, dan kerja keras adalah aspek-aspek keteguhan ini.
3. Pengambilan keputusan
Cerdas merangkum suatu hal atau mengambil keputusan dan melakukan keputusan itu, berani mengambil keputusan dan menentukan sesuatu saat terdesak meski tak memiliki segala informasi yang dibutuhkan.
Cerdas merangkum suatu hal atau mengambil keputusan dan melakukan keputusan itu, berani mengambil keputusan dan menentukan sesuatu saat terdesak meski tak memiliki segala informasi yang dibutuhkan.
4. Empati
Menunjukkan perasaan kepedulian dan memahami situasi, perasaan, dan motif orang lain, serta berusaha untuk mengerti apa yang mereka rasakan.
Menunjukkan perasaan kepedulian dan memahami situasi, perasaan, dan motif orang lain, serta berusaha untuk mengerti apa yang mereka rasakan.
5. Fleksibilitas
Mampu mengambil alih, merespon positif terhadap perubahaan, bisa mengikuti arah, mudah beradaptasi, tidak kaku menghadapi pesan ganda.
Mampu mengambil alih, merespon positif terhadap perubahaan, bisa mengikuti arah, mudah beradaptasi, tidak kaku menghadapi pesan ganda.
6. Kepercayaan diri
Percaya pada diri sendiri bahwa ia mampu dan realistis memahami dan memperhitungkan keadaan. Sebuah sikap yang kebanyakan orang akan kagumi dalam diri orang lain dan berusaha keras untuk bisa memilikinya.
Percaya pada diri sendiri bahwa ia mampu dan realistis memahami dan memperhitungkan keadaan. Sebuah sikap yang kebanyakan orang akan kagumi dalam diri orang lain dan berusaha keras untuk bisa memilikinya.
7. Humor
Melihat diri sendiri dan dunia dengan rasa senang, tidak memandang hidup secara keseluruhan dan diri sendiri terlalu serius. Mampu tertawa dan menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain.
Melihat diri sendiri dan dunia dengan rasa senang, tidak memandang hidup secara keseluruhan dan diri sendiri terlalu serius. Mampu tertawa dan menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain.
8. Kecerdasan
Mampu berpikir dan bekerja dengan cerdas serta tangkas. Cerdas dengan apa yang dihadapi, tidak mengubah keadaan, berencana sebelum beraksi, bekerja efisien, dan berfokus pada kualitas ketimbang kuantitas. Namun kecerdasan yang ini berbeda dari IQ.
Mampu berpikir dan bekerja dengan cerdas serta tangkas. Cerdas dengan apa yang dihadapi, tidak mengubah keadaan, berencana sebelum beraksi, bekerja efisien, dan berfokus pada kualitas ketimbang kuantitas. Namun kecerdasan yang ini berbeda dari IQ.
9. Optimisme
Mengharapkan hasil terbaik dan menggali aspek positif dari sebuah situasi, melihat sesuatu dari hal yang positif ketimbang negatifnya.
Mengharapkan hasil terbaik dan menggali aspek positif dari sebuah situasi, melihat sesuatu dari hal yang positif ketimbang negatifnya.
10. Rasa hormat
Mengingat bahwa hal ini sama tak sulit seperti berusaha bersikap baik, melindungi harga diri orang lain, memperlakukan orang lain dengan sikap yang penuh kasih dan dengan sopan santun etika yang ada.
Mengingat bahwa hal ini sama tak sulit seperti berusaha bersikap baik, melindungi harga diri orang lain, memperlakukan orang lain dengan sikap yang penuh kasih dan dengan sopan santun etika yang ada.
11. Mawas diri
Sebuah bentuk kesadaran diri yang memungkinkan Anda untuk meregulasi diri dengan memonitor diri, mengamati diri, dan mengubah proses berpikir dan sikap.
Sebuah bentuk kesadaran diri yang memungkinkan Anda untuk meregulasi diri dengan memonitor diri, mengamati diri, dan mengubah proses berpikir dan sikap.
Ini adalah sebuah dasar untuk mengerti diri sendiri.
Yang mana dari kesebelas kunci ini yang menjadi kekuatan Anda? Jika tidak yakin, tanyakan kepada orang-orang terdekat Anda mengenai kekuatan atau kelemahan yang Anda miliki dari 11 kunci ini. Namun, perlu diingat, tidak semua orang memiliki semua hal di atas ini dengan kadar yang kuat semua. Hal-hal ini bisa terus dibangun dan dikuatkan.
Yang mana dari kesebelas kunci ini yang menjadi kekuatan Anda? Jika tidak yakin, tanyakan kepada orang-orang terdekat Anda mengenai kekuatan atau kelemahan yang Anda miliki dari 11 kunci ini. Namun, perlu diingat, tidak semua orang memiliki semua hal di atas ini dengan kadar yang kuat semua. Hal-hal ini bisa terus dibangun dan dikuatkan.
Salam Sukses