Rekan-rekan guru TIK dan Multimedia yang saya banggakan, pada kesepmatan kali ini saya akan membagikan bahan ajar buat rekan-rekan semua. bahan ajar multimedia dan TIK berikut ini adalah bahan ajar terupdate yang sesuai dengan KTSP terkini, dan masih layak digunakan di sekolah-sekolah.
Selain itu bahan ajar TIK dan multimedia ini dapat dimanfaatkan juga di lembaga kursus atau pelatihan khususnya dibidang komputer dan multimedia dalam memberikan materi pelatihan dan kursus kepada peserta kursus. 
Bahan ajar TIK dan Multimedia ini Juga masih dapat diedit sesuai selera karena bahan Ajar TIK dan multimedia ini masih dalam format power point dan sangat mudah untuk digonta ganti. jika isi dan materi bahan ajar ini terdapat kekurangan dan kelebihan silahkan di edit sendiri saja sesuai dengan kebutuhan rekan-rekan semua.
oiya, bahan ajar TIK dan Multimedia ini ada 2 versi, yang bahasa indonesia dan yang pakai bahasa inggiris.. karena kita tahu sekolah sekarang harus menggunakan bahasa inggris untuk yang RSBI.
Semoga bahan ajar TIK dan Multimedia ini bermanfaat bagi rekan-rekan semua.. Good Luck dan selamat mendownload...



[   ]Merakit Personal Komputer 1.ppt02-Feb-2010 01:131.3M
[   ]Merakit Personal Komputer 1 ENGLISH VERSION.ppt02-Feb-2010 01:131.3M
[   ]Merakit Personal Komputer 2.ppt02-Feb-2010 01:134.1M
[   ]Merakit Personal Komputer 2 ENGLISH VERSION.ppt02-Feb-2010 01:133.2M
[   ]merakit personal komputer 3.ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]merakit personal komputer 3 ENGLISH VERSION.ppt02-Feb-2010 01:131.4M
[   ]Melakukan Langkah Instalasi Sistem Operasi 2 english.ppt02-Feb-2010 01:131.0M
[   ]Melakukan Langkah Instalasi Sistem Operasi 2 indo.ppt02-Feb-2010 01:131.0M
[   ]Melakukan instalasi sistem operasi dasar 1 ENGLISH .ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]Melakukan instalasi sistem operasi dasar 1 IND.ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan H (1).ppt02-Feb-2010 01:131.2M
[   ]Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan H (2).ppt02-Feb-2010 01:131.7M
[   ]Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan H (3).ppt02-Feb-2010 01:131.8M
[   ]Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup.ppt02-Feb-2010 01:131.2M
[   ]Memahami etimologi multimedia 1.ppt02-Feb-2010 01:131.6M
[   ]Memahami etimologi multimedia 1 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:131.6M
[   ]Memahami etimologi multimedia 2.ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]Memahami etimologi multimedia 2 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:131.4M
[   ]Memahami etimologi multimedia 3.ppt02-Feb-2010 01:131.4M
[   ]Memahami etimologi multimedia 3 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:131.4M
[   ]memahamai etimologi multimedia 5.ppt02-Feb-2010 01:132.9M
[   ]memahami etimologi multimedia 4.ppt02-Feb-2010 01:135.5M
[   ]memahami etimologi multimedia 5 english.ppt02-Feb-2010 01:132.8M
[   ]memahami etimologi multimeia 4 english.ppt02-Feb-2010 01:135.5M
[   ]Memahami alir proses produksi produk multimedia 1.ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]Memahami alir proses produksi produk multimedia 1 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:131.4M
[   ]Memahami alir proses produksi produk multimedia 2.ppt02-Feb-2010 01:131.8M
[   ]Memahami alir proses produksi produk multimedia 2 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:131.8M
[   ]memahami alir proses produksi produk multimedia 3.ppt02-Feb-2010 01:137.9M
[   ]memahami alir proses produksi produk multimedia 3 english.ppt02-Feb-2010 01:137.9M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 1 ENGLISH .ppt02-Feb-2010 01:121.1M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 1 IND .ppt02-Feb-2010 01:121.1M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 2 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.4M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 2 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.4M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 3 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.7M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 3 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.7M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 4 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.5M
[   ]Merawat peralatan multimedia KD 4 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.6M
[   ]Mengelola Isi Halaman Web 5.ppt02-Feb-2010 01:122.9M
[   ]Mengelola Isi Halaman Web 5 ENG.ppt02-Feb-2010 01:122.4M
[   ]Mengelola isi halaman web1.ppt02-Feb-2010 01:121.4M
[   ]Mengelola isi halaman web1 ENG.ppt02-Feb-2010 01:121.4M
[   ]Mengelola isi halaman web 2.ppt02-Feb-2010 01:121.3M
[   ]Mengelola isi halaman web 2 ENG.ppt02-Feb-2010 01:121.3M
[   ]Mengelola isi halaman web 3.ppt02-Feb-2010 01:121.2M
[   ]Mengelola isi halaman web 3 ENG.ppt02-Feb-2010 01:121.1M
[   ]Mengelola isi halaman web 4.ppt02-Feb-2010 01:121.2M
[   ]Mengelola isi halaman web 4 ENG.ppt02-Feb-2010 01:121.4M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 1 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.7M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 1 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.7M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 2 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.6M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 2 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.6M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 3 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.5M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 3 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.5M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 4 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:123.2M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 4 IND.ppt02-Feb-2010 01:123.2M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 6 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:121.3M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 6 IND.ppt02-Feb-2010 01:121.5M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 7 ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:122.0M
[   ]Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi KD 7 IND.ppt02-Feb-2010 01:122.0M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkvl untuk mult.ppt02-Feb-2010 01:138.7M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk m (1).ppt02-Feb-2010 01:121.1M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk m (2).ppt02-Feb-2010 01:121.3M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk m (3).ppt02-Feb-2010 01:134.2M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk m (4).ppt02-Feb-2010 01:138.7M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk m (5).ppt02-Feb-2010 01:133.6M
[   ]Menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk m (6).ppt02-Feb-2010 01:133.6M
[   ]menerapkan prinsip-prinsip seni grafis dalam dkv untuk multi.ppt02-Feb-2010 01:124.1M
[   ]Menguasai cara menggambar kunci untuk animasi.ppt02-Feb-2010 01:134.0M
[   ]Menguasai cara menggambar kunci untuk animasi Eng.ppt02-Feb-2010 01:133.0M
[   ]Menjelaskan tentang clean up dan sisip English.ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]Menjelaskan tentang clean up dan sisip IND.ppt.ppt02-Feb-2010 01:131.5M
[   ]Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar) 1.ppt02-Feb-2010 01:131.6M
[   ]Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar) 1 eng.ppt02-Feb-2010 01:131.6M
[   ]Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar) 2.ppt02-Feb-2010 01:137.7M
[   ]Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar) 2 ENG.ppt02-Feb-2010 01:139.6M
[   ]Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar) 3.ppt02-Feb-2010 01:131.7M
[   ]Menguasai dasar animasi stop-motion (bidang datar) 3 ENG.ppt02-Feb-2010 01:131.6M
[   ]menggabungkan gambar 2D kedalam sajian multimedia 1 english.ppt02-Feb-2010 01:131.2M
[   ]menggabungkan gambar 2D kedalam sajian multimedia 1 indo.ppt02-Feb-2010 01:131.3M
[   ]menggabungkan gambar 2d ke dalam sajian multimedia 2.ppt02-Feb-2010 01:132.7M
[   ]menggabungkan gambar 2d ke dalam sajian multimedia 2 english.ppt02-Feb-2010 01:131.8M
[   ]menggabungkan fotografi dengan sajian multimedia.ppt02-Feb-2010 01:1316M
[   ]menggabungkan fotografi dengan sajian multimedia ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:1316M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia1.english.ppt02-Feb-2010 01:131.1M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia1.ppt02-Feb-2010 01:131.3M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia 2.english.ppt02-Feb-2010 01:131.1M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia 2.ppt02-Feb-2010 01:131.1M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia 3.english.ppt02-Feb-2010 01:133.3M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia 3.ppt02-Feb-2010 01:133.3M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia 4.ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:132.1M
[   ]Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia 4.ppt02-Feb-2010 01:132.1M
[   ]Membuat Storyboard.ppt02-Feb-2010 01:1310M
[   ]Membuat Storyboard ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:138.5M
[   ]memahami cara penggunaan tata cahaya.ppt02-Feb-2010 01:136.9M
[   ]memahami cara penggunaan tata cahaya ENGLISH.ppt02-Feb-2010 01:137.0M
[   ]Menerapkan efek khusus pada objek produksi.ppt02-Feb-2010 01:133.6M
[   ]Menerapkan efek khusus pada objek produksi eng.ppt02-Feb-2010 01:133.6M
[   ]Menyusun proposal Penawaran 2.ppt02-Feb-2010 01:131.7M
[   ]Menyusun proposal Penawaran 2 Eng.ppt02-Feb-2010 01:131.6M
[   ]Menyusun proposal penawaran 1.ppt02-Feb-2010 01:131.2M
[   ]Menyusun proposal penawaran 1 eng.ppt02-Feb-2010 01:131.3M
Akhirnya selesai juga... selamat menikmati bahan ajar TIK dan Multimedia ini, kalo ada yang kurang, silahkan request saja..

Bagi rekan-rekan guru seni budaya, berikut saya share kumpulan bahan ajar mata pelajaran seni budaya format power point dan doc. bahan ajar seni budaya ini sangat cocok untuk diaplikasikan di sekolah-sekolah yang sudah memilki media pembelajaran seperti LCD Proyektor.
Bahan ajar Seni budaya ini mengacu pada kurikulum KTSP yang terbaru, silahkan di download saja untuk membuktikannya.
Bagi rekan-rekan yang membutuhkan bahan ajar pada mata pelajaran lainnya, silahkan request saja di kolom komentar, nanti saya share selengkapnya.
Semoga bahan ajar seni budaya ini bermanfaat bagi rekan-rekan guru dan bermanfaat bagi siswa-siswi di sekolah masing-masing. bahan ajar seni budaya ini masih bisa di edit, dapat dibuka menggunakan microsoft office powerpoint. silahkan edit sesukanya.
Selamat mendownload...
Cara download bahan ajar seni budaya ini tinggal klik pada materi yang di inginkan


 -
[   ]ALIRAN SENI 1.pptx
8.5M
[   ]ANALISIS KEBUTUHAN SLIDE.docx23K
[   ]APRESIASI SENI RUPA 1.pptx
2.4M
[   ]APRESIASI TARI 1.pptx
3.0M
[   ]CABANG-cabang SENI RUPA 1.pptx
6.4M
[   ]DASAR-DASAR SENI BUDAYA english.pptm
3.9M
[   ]DASAR TARI 1.ppt
3.9M
[   ]Ekspresi Melalui kegitan bermusik 1.pptx
1.0M
[   ]MUSIK TRADISI INDONESIA 1.pptx
2.8M
[   ]Musik non barat 1.pptx
1.9M
[   ]PAMERAN SR 1.ppt
3.4M
[   ]PENGGOLONGAN SENI TARI 1.pptx
3.4M
[   ]PERKEMBANGAN MUSIK IND 1.pptx
3.2M
[   ]Penerapan Akor 1.pptx
2.1M
[   ]Pwr Point Apreseasi SB.ppt
1.5M
[   ]Pwr Point DASAR-DASAR SENI BUDAYA.pptm
3.9M
[   ]Pwr Point PENGERTIAN SENI(Dsr2 SB2).pptx
3.4M
[   ]RAGAM HIAS 1.pptx
6.1M
[   ]SEJARAH MUSIK IND 1.pptx
1.6M
[   ]SENI KRIA BATIK 1.ppt
8.0M
[   ]Seni Teater 1.ppt
2.2M
[   ]TARI TRADISI NUSANTARA 1.pptx
1.4M
[   ]Teater 1.ppt
1.9M
[   ]UNSUR SENI 1.ppt
3.3M
[   ]WIRA USAHA 1.pptx
1.3M
[   ]apresiasi karya seni musik 1.pptx
1.7M
[   ]batik ikat 1.pptx
2.0M
[   ]media sr 1.ppt
9.5M

Menjadi seorang guru adalah karunia yang sangat mulia terlebih lagi bila dilakukan dengan keikhlasan,  dan hati yang tulus akan dapat menjadikan seorang guru merlimpah pahala dan amal kebaikan. tentu saja guru memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun masyarakat di negeri ini, negeri yang kaya raya dengan berjuta-juta guru didalamnya, wajar saja perhatian pemerintah terhadap nasib seorang guru kian lama kian terkikisa terutama terhadap kesejahteraan guru honorer..
Meskipun begitu, menjadi guru adalah pilihan terbaik, dikarenakan setiap manusia dituntut untuk mencari ilmu dan juga mengamalkannya. nah, pada tulisan kali ini, kita akan mencoba lebih menghayati apa saja sih yang dilakukan seorang guru mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, dan juga apa saja peranan dan kewajibannya didalam proses pendidikan.

PENGERTIAN

Peran adalah tingkah laku yang dipentaskan individu berkenaan dengan kedudukan atau statusnya. Peranan merupakan aspek dinamis dari status. Jika seseorang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya, maka ia telah menjalankan peranannya.
Pengertian keberhasilan pada konteks tulisan ini diukur dengan angka yang diperoleh siswa pada setiap mata pelajaran yang tercantum di raport siswa, atau sekurang-kurangnya angka yang diperoleh siswa dari evaluasi/ulangan dan ujian. Kurang dari angka 6 (enam) tidak berhasil, antara 6 – 7,9 mendapat predikat penilaian cukup, dan 8 (delapan) ke atas baik atau berhasil. Angka 6 (enam) pada umumnya diletakkan sebagai ”batas” atau ukuran berhasil dan tidak berhasil.
Gagal dipahami sebagai tidak berhasilnya siswa mencapai angka/nilai minimal yang menggambarkan pencapaian kompetensi tertentu sebagai standar untuk naik kelas atau lulus. (polldaddy poll=1743372)
Siswa adalah peserta didik/subyek didik pada sekolah formal pada jenjang tertentu, misalnya SD, SMP, SMU dll.
Secara gampangnya tulisan ini hendak mendeskripsikan seberapa besar peran seorang guru dalam ikut andil mempengaruhi siswa mencapai keberhasilannya. Berhasil dan gagal (terbatas) diukur dari nilai angka siswa pada rapor, yang menentukan naik/lulus tidaknya siswa itu. Besaran peran guru dimaksud dicoba untuk dikwantifikasi (diangkakan secara numerik statistik) meski sangat sulit mencapai tingkat generalisasi konklusi yang presisi bulat utuh dan dapat dianggap mewakili peran guru.
Dalam peng-angkaan untuk mencapai besaran prosentase peran guru, diandaikan bahwa setiap guru telah menjalankan semua peranannya. Semua komponen yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam keberhasilan siswa, seperti orangtua siswa/rumah tangga, mastarakat lingkungan, juga menjalankan perannya dengan baik. Alokasi waktu yang menjadi domain masing-masing dikwantifikasi.

PERANAN GURU


Dalam bukunya BURUNG BERKICAU Anthony de Mello menulis pengandaian sebagai berikut:

Seorang murid mengeluh kepada Gurunya
’Bapak menuturkan banyak cerita,
Tetapi tidak pernah
Menerangkan maknanya kepada kami’
Jawab sang Guru:
’Bagaimana pendapatmu, Nak,
Andaikan seorang menawarkan
Buah kepadamu, namun
Mengunyahkannya dahulu
Bagimu?’

Dari perumpamaan de Mello dipahami bahwa peran seorang guru bukanlah penentu dan ada batas-batasnya. Batas itu dibahasakan sebagai peran menawarkan buah (baca=menyampaikan, menerangkan/menjelaskan materi ajar yang tentunya dengan berbagai methode dan media), namun tetaplah murid yang ”mengunyahnya” (subyek belajar). Pada teori belajar modern yang memberikan banyak peran pada siswa sebagai subyek belajar secara lebih luas, maka guru memposisikan dirinya sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi kebutuhan belajar muridnya.
WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu

  1. Pendidik (nurturer), 
  2. Model, 
  3. Pengajar dan pembimbing, 
  4. Pelajar (learner), 
  5. Komunikator terhadap masyarakat setempat, 
  6. Pekerja administrasi, serta
  7. Kesetiaan terhadap lembaga.

Guru killer adakah ?


Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak.
Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
Peran guru sebagai model atau menjadi contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.
Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
Peran guru sebagai pelajar (learner). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.
Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.
Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.


SIAPA YANG BERHASIL dan SIAPA YANG GAGAL ?

Ada banyak ukuran/kriteria berhasil dalam masyarakat. Berhasil dari ukuran materi atau kekayaan, ukuran pangkat dan jabatan, sampai ukuran yang sangat subyektif yang bersifat rohani. (misalnya sering kita dengar pernyataan percuma kaya raya kalau tidak bahagia hidupnya). Apa yang dicari manusia dalam hidupnya? Kan kebahagiaan (lahir-bathin)!! …. lalu apa ukuran kebahagiaan lahir-bathin itu? Setiap insan tentulah punya ukuran yang bersifat subyektif. Pada tulisan ini berhasil dan gagal diinterpretasikan dengan diukur dari nilai angka siswa pada rapor, yang menentukan naik/lulus tidaknya siswa itu.
Salah satu peran guru adalah sebagai pengajar dan pembimbing. Pada peran mengajar, guru berkewajiban (berperan) memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman berkenaan dengan kompetensi-kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa pada materi ajar sesuai dengan kurikulum. Waktu yang dialokasikan untuk guru menjalankan peran ini sudah ditentukan oleh kurikulum. Misalkan waktu untuk belajar IPS di SD-YPJ-KK kelas V (lima) per minggu adalah 4 jam pelajaran (@ 40 menit), demikian pula mata pelajaran yang lainnya.
Pada kegiatan belajar mengajar di kelas, guru juga menjalankan perannya sebagai ‘pembimbing’. Pembimbing berasal dari kata bimbing yang berarti pimpin, asuh, tuntun. Membimbing sama dengan menuntun, sebagaimana Ibu menuntun anaknya yang baru belajar berjalan. Sang Ibu dapat membawa anak itu kemana saja dikehendakinya. Namun ketika sang anak sudah berjalan sendiri, peran Ibu menjadi mengawasi dan menjaga agar si anak tidak berjalan ke arah yang dapat mencelakakan, tetapi ke jalan yang seharusnya. Demikian pula guru adalah pembimbing yang menunjukkan jalan dalam proses belajar mengajar, dengan pengetahuan dan pengalamannya. Membimbing merupakan upaya guru membantu siswanya dalam mencapai tujuan belajarnya.

Guru adalah panggilan


Dapatkah kita katakan bahwa apabila guru sudah secara penuh menjalankan perannya mengajar dan membimbing, dan karenanya seorang siswa berhasil mencapai prestasi gemilang lalu keberhasilan itu dialamatkan bahwa guru tersebut berhasil? Bagaimana mengukurnya? Adakah keberhasilan siswa itu didorong oleh faktor-faktor dari luar campur tangan guru? Misalkan faktor intern siswa dari sikap dan perilakunya yang rajin belajar, tekun dan minat serta talenta? Atau faktor ekstern misalkan ikut les/privat, belajar kelompok, kepedulian dan pendampingan orangtua yang sabar dan kontinue?
Atau sebaliknya, apabila guru sudah menjalankan perannya secara penuh mengajar dan membimbing (sebagaimana dialami siswa yang berhasil di atas), dapatkah pula kita menjustifikasi jika seorang siswa gagal, tidak naik kelas atau tidak lulus lalu kesalahan kita alamatkan pada guru? Benarkah bahwa kegagalan siswa adalah karena gurunya? Bagaimana mengukur bahwa yang gagal adalah guru? Bukankah kelasnya sama, gurunya sama, bukunya sama, materi ajarnya sama, soal dan alat evaluasinya sama, yang diajarkan sama, perlakuan yang diperankan guru sama? Singkatnya guru menjalankan peran kepada siswa-siswinya secara adil dan sama. Lalu mengapa ada siswa gagal diantara teman-temannya yang berhasil? Adakah faktor kegagalan yang ada pada siswa itu sendiri?, misalkan faktor intern kepribadian, sikap dan tingkah laku siswa malas, sering tidak masuk sekolah atau bolos, tidak mengerjakan tugas maupun pekerjaan yang diberikan guru (PR) dll?
Siswa yang sering tidak masuk sekolah karena sakit, ijin, bolos atau alasan lainnya pastilah ketinggalan banyak materi pelajaran. Satu hari saja siswa tidak masuk sekolah maka pukul rata siswa itu ketinggalan 3-4 bidang studi materi ajar. Andai minggu berikutnya diadakan uji kompetensi atas materi ajar dimana ketika itu siswa tidak masuk sekolah, akankah siswa dimaksud dapat mengerjakannya?, apalagi jika di rumah tidak belajar atau menanyakan pada teman sekelasnya, dan pada ke empat bidang studi itu diadakan ujian. Bayangkan jika siswa sering tidak masuk sekolah, tidak mengerjakan tugas dan PR-nya yang diberikan guru, padahal semua assesment (evaluasi) dalam bentuk tugas, PR, latihan, ujian dimasukkan integral ke dalam rapor.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah bersifat klasikal. Waktu yang dialokasikan untuk guru dalam mengajar dan membimbing terbatas, dan tidak dapat optimal melayani klasikal manakala dalam waktu bersamaan memperhatikan individu khusus untuk seorang siswa yang terlambat pelajarannya karena tidak masuk sekolah. Jika pun keadaan semacam itu dijalankan, pasti terjadi ketimpangan/tidak ideal atau terganggu. Dalam usaha mengejar ketertinggalan yang dialami siswa karena ketidakhadiran, biasanya guru memberikan tugas atau memberikan remidial pembelajaran jika guru punya waktu di luar tugas mengajarnya. Namun kita semua memahami bahwa di luar waktu tugasnya seorang guru memiliki privasi. Bergantung pada kesediaan guru meluangkan waktunya. Sebagai orangtua, tidaklah mungkin menuntut guru memberikan waktu khusus untuk melayani mengejar ketertinggalan anaknya pada jam tugas mengajar.


BESARAN PERAN GURU


Untuk memahami seberapa besar peran yang menjadi tanggungjawab guru dalam andil atas berhasil dan gagalnya seorang siswa, kita tetap memakaikan batasan-batasan yang telah dituliskan di atas. Guru hanyalah satu dari banyak komponen yang ikut andil memainkan peran mempengaruhi keberhasilan.Terdapat banyak komponen yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam belajar, diantaranya Komponen fisik seperti tempat dan fasilitas belajar, ketersediaan buku, seragam/alat, kesehatan si anak/siswa, asupan gizi makanan, gangguan saat belajar dari TV atau media lainnya; komponen sosial seperti lingkungan keluarga, masyarakat, teman sebaya yang menjadi ’model’ bagi terbentuknya tingkah laku dan sifat anak ; komponen waktu yang digunakan siswa dalam belajar; dan komponen psikis berupa perlakuan lingkungan sosialnya terutama orangtua terhadap kejiwaan anak/siswa.
Apabila tinjauan peran guru kita ukur dari waktu yang dialokasikan untuk mengajar dan membimbing siswa pada bidang studinya, maka besaran peran guru tidak terlalu signifikan dalam menentukan keberhasilan dan gagalnya siswa. Idealnya jika alokasi belajar IPS di sekolah 4 jam (@ 40 menit) per minggu, maka siswa belajar IPS secara mandiri 4 jam, ditambah latihan soal-soal minimal 2 jam, dalam keadaan ada, ataupun tidak ada tugas/PR. Ketika siswa belajar secara mandiri di rumah, maka peran orangtua menjadi dominan. Seberapa besar perhatian orangtua, pendampingan orangtua dan bimbingan yang diberikan orangtua dalam belajar mandiri di rumah, memiliki pengaruh yang besar. Kalau kita perbandingkan dimana keberadaan anak dalam sehari, maka waktu yang menjadi tanggung jawab guru/sekolah lebih pendek dari waktu yang digunakan siswa diluar tanggungjawab sekolah/guru. Perhatikan ilustrasi di bawah:

WAKTU YANG DIGUNAKAN SISWA SD-YPJ-KK KELAS V (FIVE DAY SCHOOL)
07.00 WITA – 14.05 WITA Sekolah
14.05 WITA – 21.00 WITA Di Rumah (bersama orangtua)
21.00 WITA – 06.00 WITA Tidur / istirahat
06.00 WITA – 07.00 WITA Persiapan dan pergi sekolah
Catatan : Hari Sabtu dan Minggu libur
Hari besar (libur nasional) ikut libur
Liburan semester (2kali) rata-rata 45 – 50 hari dalam setahun.

Alokasi kegiatan siswa yang menjadi tanggungjawab guru/sekolah adalah antara 6,5 – 7 jam. X 5 hari sekolah = 35 jam ( 40 jam pelajaran @ 40 menit). Jadi rata-rata belajar per minggu adalah 35 jam : 7 hari = 5 jam (@ 60 menit). Dari alokasi waktu dalam sehari, maka guru/sekolah hanya mengambil tanggungjawab sebesar 5 jam : 24 jam/hari X 100% = 28,33%. Lebih dari 71% waktu siswa dalam sehari berada di bawah tanggungjawab orangtua. Dari besaran peran guru 28,33% itu, masih dibagi-bagi lagi ke dalam setidaknya 10 mata pelajaran! Makin tambah kecil waktu guru memerankan perannya mengajar bidang studi yang diampu. Dan ingat, kita masih belum menghitung hari libur serta liburan semester pada catatan di atas.
Acapkali masyarakat, pers/media “melempar” bahwa sekolah harus bertanggungjawab atas kegagalan siswa. Guru harus bertanggungjawab atas kegagalan siswanya. Semantara apabila siswa memperoleh prestasi semua pihak mengklaim bahwa keberhasilan siswa itu adalah karena peran dan campur tangan mereka. Terlepas persoalan besar kecilnya peran kita, baik guru, orangtua, masyarakat, pemerintah dan siswa itu sendiri sebagai subyek belajar, apabila salah satu komponen dalam belajar tidak menjalankan perannya dengan baik, maka kemungkinan berhasil menjadi mengecil. Karenanya, sekecil apapun tugas dan peranan guru harus diperankan dengan baik dan profesional. Demikian komponen lainnya. Bagi penulis, subyek belajar (siswa) itu sendiri yang paling menentukan berhasil tidaknya dia dalam belajar. Bukan semua hal di luar siswa. Peran guru terbatas pada mentransfer dan memfasilitasi dalam proses belajar mengajar. Siswa yang merupakan subyek belajar! bukan guru! Bagaikan seorang anak yang akan makan, Seorang ibu menyiapkan hidangan makanannya (nasi, sayur dan lauk-pauknya = materi ajar/knowledge), menyiapkan piring, sendok, gelas dan garpu = alat/perangkat ajar misalkan worksheet, tts, buku, dll. Pada ahirnya yang menentukan adalah akankah anak makan? Bagaimana anak makan? Jika si anak makan, apa yang dia makan? berapa banyak dan seberapa cepat dia makan, akan mempengaruhi pertumbuhannya = akan mempengaruhi ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

Banyak sekali terjadi salah penafsiran terhadap ciri-ciri antara orang sukses dengan orang gagal, karena sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan, tapi meskipun begitu ada baiknya kita tidak selalu gagal untuk memulai sebuah kesuksesan.
Untuk lebih mencermati kebiasaan-kebiasaan dan ciri-ciri yang dapat menyebabkan terjadinya kesuksesan dan kegagalan tersebut berikut saya berikan beberapa point yang membedakan kedua tipe kegagalan dan kesuksesan tersebut, silahkan diresapi untuk diambil hikmahnya saja.. jika ada yang salah, mohon dikoreksi karena ini hanyalah pandangan saya semata.

Sukses Vs Gagal

1
Orang Sukses Selalu Berkata SAYA BISA
Orang Gagal Selalu Berkata SAYA TIDAK BISA

2
Orang Sukses Bersikap Proaktif
Orang Gagal Bersikap Reaktif

3
Orang Sukses Bersikap Dinamis
Orang Gagal Bersikap Statis

4
Orang Sukses Bersikap Optimis
Orang Gagal Bersikap Pesimis

5
Orang Sukses Memiliki Prioritas
Orang Gagal Tidak Memiliki Prioritas

6
Orang Sukses Disiplin
Orang Gagal Indisipliner

7
Orang Sukses Penuh Percaya Diri
Orang Gagal Percaya Pada Nasib

8
Orang Sukses Berani Mengambil Suatu Keputusan
Orang Gagal Ragu-ragu Mengambil Suatu Keputusan

9
Orang Sukses Mandiri
Orang Gagal Tergantung Pada Orang Lain

10
Orang Sukses Belajar dari Keberhasilan Orang Lain
Orang Gagal Iri Terhadap Keberhasilan Orang Lain

11
Orang Sukses Tidak Mudah Puas Atas Suatu Keberhasilan
Orang Gagal Mudah Puas Atas Suatu Keberhasilan

12
Orang Sukses Giat Mencari Inovasi Baru
Orang Gagal Malas Mencari Inovasi Baru

13
Orang Sukses Positif Thinking
Orang Gagal Negatif Thinking

14
Orang Sukses Berpikir Menang-Menang
Orang Gagal Berpikir Menang-Kalah

15
Orang Sukses Berpikir Dulu Baru Bertindak
Orang Gagal Berindak Dulu Baru Berpikir

16
Orang Sukses Mengendalikan Lingkungan
Orang Gagal Dikendalikan Lingkungan

17
Orang Sukses Menciptakan Kesempatan / Peluang
Orang Gagal Menunggu Kesempatan / Peluang

18
Orang Sukses Cermat / Teliti Dalam Bekerja
Orang Gagal Ceroboh / Terburu-buru Dalam Bekerja

19
Orang Sukses Mencari Solusi Atas Suatu Masalah
Orang Gagal Mencari Kambing Hitam Atas Suatu Masalah

20
Orang Sukses Terus Berusaha Walau Gagal
Orang Gagal Putus Asa Bila Mengalami Kegagalannya

21
Orang Sukses Menganggap Kegagalan Awal Suatu Keberhasilan
Orang Gagal Menganggap Kegagalan Akhir Dari Segalanya

22
Orang Sukses Menghadapi Masalah Sebagai Batu Loncatan
Orang Gagal Menghadapai Masalah Sebagai Batu Rintangan

23
Orang Sukses Introspeksi Diri
Orang Gagal Menyalahkan Orang Lain

24
Orang Sukses Menyelesaikan Pekerjaan Sebagai Suatu Kewajiban
Orang Gagal Menyelesaikan Pekerjaan Sebagai Suatu Beban

25
Orang Sukses Mau Menerima Kritikan Untuk Kemajuan
Orang Gagal Marah Bila Dikritik

26
Orang Sukses Tidak Malu Bertanya & Minta Bantuan Orang Lain
Orang Gagal Malu Bertanya & Minta Bantuan Orang Lain

27
Orang Sukses Mau Bekerja-sama
Orang Gagal One Man Show
On Eagle's Wings

  1. Orang sukses adalah mereka yang berfikir dalam memecahkan masalah, adapun orang yang gagal adalah orang yang berfikir didalam masalah.
  2. Orang yang sukses tidak pernah habis pola pikirnya, namun orang yang gagal tidak akan habis alasannya.
  3. Orang yang sukses akan membantu orang lain, sedang orang gagal adalah orang yang masih diprediksi ada bantan dari mereka.
  4. Orang yang sukses melihat sebah jalan keluar dalam setiap masalah, sedang orang gagal melihat masalah di setiap jalan keluar.Orang yang sukses berkata : Jalan keluar itu sulit tetapi mngkin dilakukan, sedang orang gagal mengatakan jalan keluar mungkin dilakukan tapi sulit.
  5. Orang yang sukses memliki cita - cita yang akan diwujudkan, sedangkan orang gagal memilikai angan - angan serta mimpi yang mengacaukan.
  6. Orang yang sukses mengaktakan : Pergaulilah orang dengan pergaulan yang kamu suka diperlakukanya, sedangkan orang gagal berkata : Tipulah mausia sebelum mereka menipumu.
  7. Orang yang sukses melihat adanya cita- cita dalam bekerja, sedangka orang yang gagal melihat rasa sakit didalamnya.
  8. Orang yang sukses berdebat dengan kemampuan dan dengan gaya bahasa yang lembut, sedang orang yang gagal berdebat dangan kelemahan serta gaya baasa yang kasar.
  9. Orang yang sukses berpegang dengan yang bernilai dan meninggalkan perkara yang kecil, sedang oragn yang gagal bergantung kepada perkara kecil dan meninggalkan perkara yang bernilai.
  10. Orang yang sukses membuat peristiwa, Sedang orang gagal dibentuk oleh peristiwa.
  11. Orang yang sukses melihat ke masa yang akan datang, dan merencanakan langkah langkah yang mungkin dilakukan, sedang orang gagal melhat ke masa yang akan datang dan merencanakan langkah - langkah yang mustahil dilakukan.
  12. Orang sukses tidak merasa asing dimanapun dia berada, sedangkan orang yang gagal akan merasa asing dimanapun dia berada.
Mari menuju kesuksesan dunia dan akhirat....
Berikui ini adalah cerita luar biasa yang perlu untuk kita baca dan resapi bersama, karena didalam kehidupan kita sehari-hari kita pasti pernah melakukan hal semacam ini.. so... jangan sampai su'udzon menjadi kebiasaan kita, sudah saatnya kita enyahkan dalam diri kita... 

Berikut kisahnya:


Seorg dokter yang sedang bergegas masuk ke dalam ruang operasi...

Ayah dr anak yg akan dioperasi menghampirinya: "Knp lama sekali anda sampai ke sini? Apa anda tidak tau, nyawa anak sy terancam jika tdk segera di operasi?", Labrak si ayah.

Dokter itu tersenyum, "Maaf, sy sedang tdk di RS tadi, tp sy secepatnya ke sini setelah ditelepon pihak RS."

Kemudian ia menuju ruang operasi, setelah beberapa jam ia keluar dg senyuman di wajahnya. "Alhamdulillah...keadaan anak anda kini stabil."

Tanpa menunggu jawaban sang ayah, dokter tsb berkata: "Suster akan membantu anda jk ada yg ingin anda tanyakan." Dokter tsb berlalu.

"Knp dokter itu angkuh sekali? Dia kan sepatutnya memberikan penjelasan mengenai keadaan anak saya!" Sang ayah berkata pd suster.

Sambil meneteskan airmata suster menjawab: "Anak dokter tsb meninggal dlm kecelakaan kemarin sore, ia sedang menguburkan anaknya saat kami meneleponnya untuk melakukan operasi pd anak anda. Skrg anak anda telah selamat, ia bisa kembali berkabung." ... :O

JANGAN PΕRNΑН TERBURU2 MENILAI SESEORANG...

Tp maklumilah tiap jiwa di sekeliling kita yg menyimpan cerita kehidupan tak terbayangkan di benak kita...

Αdα air mata dibalik setiap senyuman...
Αdα kasih sayang dibalik setiap amarah...
Αdα pengorbanan dibalik setiap ketidak pedulian...
Αdα harapan dibalik setiap kesakitan...
Αdα kekecewaan dibalik setiap derai tawa...

Semoga bermanfaat! Semoga kita menjadi manusia dg rasa maklum yang semakin luas dan bersyukur dg apa yg telah miliki dlm hidup ini.

INGAT, kita bukan satu2nya manusia dg segudang masalah...

Tersenyumlah...
Senyum mampu membasuh setiap luka...
Maafkanlah...
Maaf mampu menyembuhkan semua rasa sakit...
Welcome to My Blog

- Copyright © TBM Al-Hikmah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -