Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan di Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah, kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Persoalan pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi angkatan kerja di perdesaan. Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan. Pemberdayaan yang tepat harus memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan pendayagunaan.

Mulai tahun 2007 Pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, serta PNPM Mandiri wilayah khusus dan desa tertinggal. PNPM Mandiri Perdesaan adalah program untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan. Pendekatan PNPM Mandiri Perdesaan merupakan pengembangan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK), yang selama ini dinilai berhasil. Beberapa keberhasilan PPK adalah berupa penyediaan lapangan kerja dan pendapatan bagi kelompok rakyat miskin, efisiensi dan efektivitas kegiatan, serta berhasil menumbuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

Salah satu kegiatan dari PNPM MP adalah berupa Kegiatan Simpan Khusus Perempuan (SPP) yang merupakan kegiatan pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatan simpan pinjam.

Dana Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) berasal dari Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), BLM merupakan dana yang disediakan untuk mendanai kegiatan Simpan Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) per kecamatan maksimal 25 % dari alokasi BLM.

Kegiatan Simpan Pinjam Khusus Perempuan ini mempunyai sasaran yaitu rumah tangga miskin yang produktif yang sangat memerlukan pendanaan kegiatan usaha ataupun kebutuhan sosial dasar melalui kelompok simpan pinjam perempuan yang suda ada dimasyarakat.

Adapaun bentuk dari Kegiatan SPP ini adalah memberikan dana pinjaman sebagai tambahan modal kerja bagi kelompok kaum perempuan yang mempunyai pengelolaan dana simpanan dan pengelolaan dana pinjaman.

Dana Pinjaman SPP yang telah diakses di kecamatan batukliang mencapai lebih dari 3 milyar rupiah yang di serap oleh ratusan kelompok yang ada di semua desa sekecamatan batukliang.
Tentu saja dalam pelaksanaannya terdapat berbagai macam hambatan, diantaranya yaitu angsuran kelompok yang macet.

Sampai saat ini terdapat 30% dari dana SPP yang digulirkan dikecamatan batukliang bermasalah, oleh sebab itu tepatnya pada hari kamis, 8 november 2012 kemarin, PJOK dan FK/FT Kecamatan batukliang yang menangani program SPP mengadakan acara musyawarah antar desa (MAD) khusus yang membahas tentang SPP yang bermasalah.

Dari hasil musyawarah diputuskan untuk membentuk tim penagih yang akan menagih dana SPP yang bermasalah kepada kelompok-kelompok yang memiliki tunggakan. Tim penagih yang dibentuk berasal dari berbagai unsur masyrakatat mulai dari Kades, BPD, LKMD, TPK, PK dan UPK.

Diharapkan dengan terbentuknya tim penagih tersebut, kelompok yang masih memiliki tunggakan dapat menyelesaikan tunggakannya paling lambat pada bulan desember mendatang, karena jika tidak, maka kecamatan batukliang akan di blacklist sehingga tidak dapat mengakses dana PNPM untuk tahun yang akan datang. (hajri)
Pemilihan pemimpin baru desa pagutan yang akan berlangsung pada tanggal 3 desember mendatang sudah semakin dekat, tahap demi tahap pelaksanaan pilkades sudah mulai rampung, suasana politik pun semakin memanas, setiap bakal calon kepala desa bersiap dengan seluruh program dan kemampuannya untuk meyakinkan pemilih bahwa dialah yang terbaik untuk memimpin desa pagutan.
Bakal calon kepala desa pagutan yang akan ikut berlaga dalam pesta demokrasi untuk menuju pagutan I sejumlah 7 orang, yang berasal dari berbagai unsur mulai dari pemuda sampai dengan kepala desa incumbent yang telah menjabat pada periode sebelumnya.
Sesuai dengan tahapan pilkades, panitia pilkades telah melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten lombok tengah, namun terdapat beragam kendala terutama dari segi pendanaan karena anggaran yang di subsidi pemerintah hanya sebesar 25juta sedangkan kebutuhan untuk pelaksanaan pilkades sebesar 50-an juta.
Berangkat dari itulah, pada hari ahad, 4 november kemarin, panitia pilkades yang terdiri dari BPD, Kadus, Tokoh Masyarakat, balon kades dan pemerintahan desa mengadakan rapat evaluasi dalam rangka mengevaluasi rangkaian kegiatan yang telah terlaksana mulai dari pendaftaran sampai dengan pemeriksaan berkas pendaftaran.
Selain itu, dibahas juga mengenai anggaran yang masih belum rampung, terutama terkait dengan sumbangan sukarela yang telah ditetapkan kepada masing-masing balon kades pagutan yang berjumlah 2 juta rupiah. terjadi berbagai macam pro kontra terhadap keputusan untuk meminta sumbangan sukarela kepada balon kades karena menurut undang-undang bahwa dalam proses pendaftaran calon kades, tidak dipungut biaya apapun.
Seperti yang dipertanyakankan olah ramdani kepada panita pilkades terkait sumbangan sukarela yang terkesan dipaksakan, apakah dapat dipertanggungjawabkan dan apa konsekwensi kepada calon yang tidak memberikan sumbangan sukarela tersebut.
Dari hasil rapat diputuskan bahwa sumbangan tersebut adalah bersifat sukarela dan tidak ada kaitannya dengan hukum karena telah dilengkapi oleh surat pernyataan dan bagi calon kades yang tidak mengeluarkan sumbangan tetap bisa mengikuti rangkaian pilkades tersebut.
Dalam rapat tersebut akhirnya seluruh bakal calon kepala desa bersedia untuk menyerahkan sumbangan sukarela kepada panitia masing-masing 2 juta rupiah untuk suksesnya pilkades desa pagutan, dan bagi balon kades yang tidak lulus uji kompetensi, sumbangan sukarela yang telah diberikan akan dikembalikan kembali kepada masing-masing balon yang tidak lulus. dan calon kades yang lulus uji kompetensi akan menambah sumbangan sukarela masing-masing sebesar 800 ribu sehingga total sumbangan yang akan dikeluarkan calon kades adalah Rp.2.800.000.. sungguh aneh negeri ini... (hajri)
Pasca pergantian pengurus PNPM MP Desa Pagutan sekitar dua minggu yang lalu (17 Oktober 2012), Kemarin Tepatnya pada hari sabtu tanggal 4 November 2012 jam 16.00 wita, Seluruh jajaran Pengurus baru PNPM MP Desa Pagutan mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, fasilitator desa, kader dan tokoh pemuda desa pagutan mengadakan rapat perdana terkait dengan perencanaan kegiatan PNPM MP yang akan segera dikerjakan. 

Selain itu rapat perdana ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan jalinan silaturrahmi antar pengurus karena pengurus baru PNPM MP saat ini masih belum saling mengenal satu sama lain. Dalam rapat perdana ini dibahas berbagai hal mulai dari pengenalan PNPM, tugas dan tanggung jawab pengurus, rencana kerja, dan agenda rutin pengurus untuk mengadakan pertemuan dwimingguan. 

Kegiatan rapat yang bertempat di secretariat wahana education ini terbilang lancar dan mencapai target sesuai dengan yang diharapkan, karena dari pertemuan tersebut muncul berbagai gagasan dan ide kreatif dari pengurus PNPM MP terutama dalam pemberdayaan masyarakat demi tercapainya tujuan program PNPM tersebut untuk mengentaskan kemiskinan khususnya di desa pagutan. 

Semoga wajah baru kepengurusan PNPM MP Desa Pagutan dapat member angin segar bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat desa pagutan di era yang akan datang. (hajri) 
Seiring dengan keinginan pemerintah untuk mencapai swasembada terhadap tiga komoditas pangan utama yaitu kedelai, gula dan daging sapi pada tahun 2014 dan swasembada berkelanjutan untuk komoditas padi dan jagung, tentu saja petani diharapkan agar lebih meningkatkan produkstivitas pertanian sehingga tujuan pemerintah dalam mencapai swasembada komoditas pangan tersebut dapat segera tercapai.
Peningkatan produktivitas pertanian ini dapat dilakukan dengan beragam cara diantaranya revitalisasi lahan, revitalisasi pembenihan / pembibitan, revitalisasi sarana dan infrastruktur, revitalisasi sumber daya manusia, revitalisasi pembiayaan petani, revitalisasi kelembagaan petani, dan revitalisasi teknologi dan industri hilir.
Selain itu pemanfaatan lahan dan pengelolaan secara maksimal sangatlah penting untuk mendapatkan hasil pertanian yang maksimal juga, namun hal ini sedikit berbeda dengan yang terlihat di kecamatan batukliang, dari hasil pantauan kampung media al-hikmah terhadap lahan pertanian yang ada di kecamatan ini, banyak lahan pertanian yang tidak termanfaatkan, bukan karena pasca panen namun karena para petani membiarkan lahan tersebut terbengkalai.
Sebagaimana yang dituturkan oleh Hj. rohayati salah seorang petani di desa pagutan bahwa penanaman setelah pasca panen padi hanya sebatas tebar benih, kemudian didiamkan dan tidak diurus, kalau berhasil syukur kalopun gagal ya sabar. setidaknya begitulah kondisi petani saat ini, hasil pertanian hanya sebatas padi saja, dan setelah itu lahan tidak dimanfaatkan lagi secara maksimal. sehingga wajar saja penghasilan petani di daerah ini relatif rendah padahal kondisi lahan termasuk dalam kategori lahan produktif (subur).
Berangkat dari itulah kampung media al-hikmah mencoba untuk menganalisa dan mencari solusi, dan dari hasil analisa sementara didapatkan bahwa para petani di kecamatan batukliang adalah petani tradisional yang membutuhkan tambahan motivasi dan pengetahuan, terutama dalam penerapan teknologi pertanian dan agribisnis. dan juga dukungan modal untuk bibit pertanian dan pupuk.
Oleh karena itu, kedepan kampung media alhikmah dan LPPM Wahana Education akan mencoba memfasilitasi petani untuk mendapatkan pengetahuan tambahan terutama dalam kegitan pertanian terkini agar hasil pertanian semakin melimpah dan menjadikan petani semakin sejahtera. semoga instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih dan menggerakkan penyuluh pertanian agar perduli dengan kondisi petani saat ini. (hajri)

FORM KEGIATAN MOTIVATOR KAMPUNG MEDIA AL-HIKMAH

BULAN : OKTOBER TAHUN 2012

NO
HARI/ TANGGAL
LOKASI KEGIATAN
MATERI
1
2 Oktober 2012
Sekretariat Kampung Media Al-hikmah
Rapat Redaksi  bersama anggota komunitas kampung media al-hikmah  dalam hal penulisan dan motivasi
2
4 Oktober 2012
Kantor Desa Pagutan
Melihat-lihat kondisi jalan desa pagutan yang di perbaiki
3
8 Oktober 2012
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Diskusi bersama anggota, pemuda dan tokoh masyarakat terkait dengan rencana kampong media al-hikmah untuk mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik
4
11 Oktober 2012
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Diskusi bersama pemuda dan masyarakat terkait dengan kondisi desa
5
14 Oktober 2012
Aula Kantor Desa Pagutan
Mengadakan kegiatan pelatihan penulisan kreatif yang disampaikan oleh bapak fairuz  dan diikuti oleh pemuda dan masyarakat di kecamatan batukliang
6
17 Oktober 2012
Kantor Desa Pagutan
Mengikuti kegiatan Musyawarah Desa Sosialisasi (MDSos) PNPM MP dalam rangka sosialisasi kegiatan PNPM dan pembentukan pengurus baru
7
22 Oktober 2012
Rumah karta
Diskusi terkait dengan maraknya isu penculikan anak yang telah meresahkan masyarakat serta mencari solusi untuk mengatasi beredarnya isu-isu yang tidak benar.
8
23 Oktober 2012
Gedung PGRI Praya
Mengikuti kegiatan sosialisasi yang diadakan oleh pengurus PGRI dalam mengantisipasi maraknya Pungli pada saat pencairan sertifikasi guru
9
26 Oktober 2012
Rumah Dedi
Diskusi terkait dengan kesejahteraan masyarakat yang semakin memprihatinkan dan mencoba mencari peluang-peluang usaha yang layak untuk di kembangkan

Atensi khusus diberikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. TGH. M. Zainul Majdi terkait dengan maraknya isu gangguan kamtibmas di NTB, khususnya yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di Pulau Lombok, yaitu isu penculikan anak yang diwarnai dengan aksi penghakiman massa. Meski sedang menunaikan ibadah haji, Gubernur NTB tetap memonitor dan memantau perkembangan di daerah, serta memberikan arahan kepada jajaran pemerintah di NTB. “Saya sudah mengontak seluruh Bupati/Walikota se Pulau Lombok, dan meminta kepada mereka menegaskan bahwa isu penculikan bayi dan anak itu TIDAK BENAR. Isu yang dilepas adalah bagian dari upaya untuk mengadu domba masyarakat. Masyarakat jangan terprovokasi oleh berbagai isu tersebut, apalagi sampai berbuat anarkhis”, papar Gubernur NTB.

Lebih lanjut Gubernur NTB meminta agar pihak kepolisian hadir dengan kekuatan penuh untuk mengembalikan kemananan dan ketertiban masyarakat. Kepolisian agar sungguh-sungguh dan all out dalam penanganan dan penyelesaian permasalahan. “Kepolisian harus lebih kuat lagi untuk menangani isu-isu tersebut, karena bila tidak, maka eskalasinya bisa meningkat, seiring dengan semakin kuatnya upaya oknum tertentu untuk terus menebar isu tersebut untuk mengadu domba masyarakat NTB”.

Gubernur NTB menyebutkan, setidaknya ada dua hal yang harus menjadi perhatian pihak kepolisian saat ini, yaitu :

1. segera ada tindakan-tindakan nyata untuk menjaga keamanan daerah, mengembalikan rasa aman masyarakat, serta menjaga jiwa dan harta bendanya;

2. segera lakukan penyelidikan secara profesional untuk mengetahui oknum yang terlibat, mengejar dan menangkapnya.

Dalam kaitan ini, Gubernur NTB telah meminta Wakil Gubernur NTB untuk mengkoordinasikan semua perangkat pemerintahan, termasuk KOMINDA untuk merespon dan memulihkan rasa aman masyarakat. Bahkan semua jajaran SKPD diminta untuk turun ke masyarakat, serta mengoptimalkan penggunaan berbagai media yang ada dalam memberi penegasan kepada masyarakat terkait ketidakbenaran isu tersebut, dan upaya adu domba yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Melalui jalur lain, Gubernur NTB juga meminta bantuan para Tuan Guru dan Tokoh Masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat terkait hal tersebut.

“Kita sedang diadu domba oleh oknum-oknum tertentu”. “Kita lawan adu domba tersebut dengan cara mengklarifikasi bahwa isu tersebut TIDAK BENAR, dengan tetap menjaga kekompakan, serta tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut”. “Jangan sampai terprovokasi dan melakukan aksi anarkhis, karena ini yang diinginkan oleh oknum-oknum tersebut”, Jelas Gubernur NTB.

“Optimalkan Siskamling dan tingkatkan kewaspadaan terhadapnya isu yang digulirkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, namun jangan menempatkan kecurigaan yang berlebihan”. “Hubungi aparat kepolisian terdekat jika ada indikasi yang mencurigakan dan serahkan penanganannya kepada jajaran kepolisian”. “Masyarakat jangan melakukan penghakiman sendiri”. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada penculikan anak dan lain-lain”, pungkas Gubernur NTB.

Selanjutnya, dalam jumpa pers dengan wartawan di kantornya, Wakil Gubernur NTB – Ir. H. Badrul Munir, M.M, yang didampingi Kepala Bakesbangpoldagri (H. Nasibun, SH, MTP) dan Asisten Tatapraja dan Aparatur (Drs. H. Ridwan Hidayat) menyampaikan bahwa:

“isu tersebut sangat tidak bertanggungjawab, meresahkan masyarakat, dan mengganggu stabilitas daerah. Oleh karena itu saya sampaikan bahwa isu tersebut secara terus-menerus kita ikuti dan telusuri, kita ikuti perkembangannya sekaligus kita telusuri sumbernya. Pemerintah Daerah melihat isu ini merupakan upaya mengadu domba masyarakat, upaya untuk menciptakan kekacauan di NTB”.

“Kami telusuri terus isu tersebut, karena tidak ada isu yang tidak ada sumbernya - tidak ada asap kalau tidak ada api. Isu yang sangat menyesatkan ini tentunya ada aktor-aktor yang bermain dibelakang. Pemerintah Provinsi NTB bersama-sama aparat keamanan dan seluruh unsur pemerintah lainnya tetap kompak, untuk menelusuri isu ini sekaligus juga untuk mencegah terjadinya konflik ditengah masyarakat, dan isu ini tidak boleh berkembang”, jelas Wakil Gubernur NTB.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur NTB mengungkapkan : “Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota, supaya menyebarluaskan, memberitahukan kepada masyarakat, bahwa sesungguhnya isu yang berkaitan dengan santet, penculikan bayi, dan isu SARA, tidak boleh kita biarkan. Kita tidak ingin isu-isu ini dijadikan alat oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang memiliki agenda-agenda khusus, yang tidak menginginkan NTB kondusif, yang tidak ingin NTB pembangunannya berjalan dengan baik”.

“Kita sadari bersama, kita sekarang sedang berikhtiar. Pemerintah bersama seluruh masyarakat sedang membangun daerah ini. Kita sedang berada pada semangat membangun. Kita berada pada capaian-capaian pembangunan yang mengarahkan kita pada peningkatan-peningkatan yang cukup menggembirakan”.

“Jangan sampai kita terprovokasi sebagaimana diinginkan oknum-oknum tersebut. Jaga kekompakan kita. Teman-teman media juga berkontribusi dalam menciptakan kondusifitas daerah. Beritakan yang patut diberitakan”, harap Wakil Gubernur NTB.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,


TRI BUDIPRAYITNO

NIP. 19681016 198803 1 003
Kabar gembira bagi guru PAI profesional yang telah memperoleh sertifikasi guru pada tahun 2011, bahwa pencairan tunjangan sertifikasi guru di kabupaten lombok tengah akan segera diterima, tepatnya pada tanggal 22 oktober 2012 kemarin, kementerian agama kabupaten lombok tengah telah mengumumkan nomer registrasi guru (NRG) yang akan digunakan dalam proses pencairan dana tunjangan sertifikasi oleh masing-masing guru.
Pengumuman tersebut di tempel di papan pengumuman kementerian agama kab. lombok tengah agar setiap guru yang memperoleh sertifikasi dapat dengan mudah mengakses pengumuman tersebut.
Dilain tempat, Pengurus PGRI Provinsi NTB dan PGRI Kabupaten Lombok Tengah mengumpulkan seluruh guru pendidikan agama islam (PAI) yang memperoleh sertifikasi guru tahun 2011 di gedung PGRI (TK PGRI) praya dala rangka menindak lanjuti pengumuman NRG yang telah dikeluarkan oleh Dirjen Kementerian Agama RI, dalam pertemuan tersebut, H. Ali Rahim selaku pengurus PGRI NTB menghimbau kepada seluruh guru PAI yang memperoleh sertifikasi guru agar lebih berhati-hati terhadap banyaknya pungutan liar dengan berbagai macam modus oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, seperti dalam proses pemberkasan, pembuatan kartu NRG dan lain sebagainya.
Di pertegas juga bahwa dalam setiap proses tersebut tidak dikenakan pungutan sama sekali dan jika terdapat oknum-oknum yang meminta dana diharapkan agar segera melaporkan kepada pengurus PGRI agar langsung di tindak lanjuti.
Selain itu dalam pertemuan ini juga dihimbau kepada para guru yang NRGnya belum keluar agar segera berkoordinasi dengan pengurus PGRI agar segera ditindak lanjuti, dan juga diberikan beberapa pesan agar para guru lebih mengokohkan persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. (hajri)

Pasca terjadinya penangkapan dan amuk massa terhadap beberapa orang yang di isukan sebagai penculik anak di kediri dan lombok tengah, isu terkait dengan penculikan anak makin meluas di kalangan masyarakat tanpa terkecuali masyarakat desa pagutan dan tentu saja membuat masyarakat semakin resah.
Ditambah lagi dengan semakin banyaknya isu yang beredar terkait dengan upaya-upaya penculikan anak di Rumah sakit umum praya, di kopang, bodak dan lain sebagainya menyebabkan isu penculikan semakin meresahkan masyarakat.
Tentu saja isu penculikan anak yang beredar dari mulut ke mulut tersebut sangat sulit di ketahui kebenarannya karena berkembang begitu saja di masyarakat tanpa adanya filter terhadap keakuratan informasi tersebut.
dengan adanya isu-isu penculikan anak tersebut masyarakat di desa pagutan khususnya ibu-ibu semakin siaga dalam menjaga anak-anak mereka, hal ini terlihat jelas ketika anak-anak pulang sekolah yang sebelumnya tidak pernah dijemput kini selalu dijemput oleh keluarga mereka.
Isu penculikan anak yang beredar selain membuat keluarga lebih siaga dalam menjaga dan memperhatikan anak-anak mereka, isu tersebut juga membuat anak-anak kecil semakin takut untuk beraktivitas bahkan ada yang takut untuk pergi ke sekolah dan tidak masuk sekolah, seperti yang terjadi di beberapa sekolah di desa pagutan.
Selain itu, isu penculikan anak tersebut membuat masyarakat semakin waspada terhadap keberadaan orang asing disekitarnya dikarenakan kekhawatiran akan penculikan anak tersebut. kekhawatiran akan orang asing tersebut lah yang menyebabkan terjadinya amuk massa di beberapa tempat.
Agar amuk massa tidak terjadi dihimbau kepada setiap orang yang berada di daerah yang baru di kenal agar lebih hati hati dalam bersikap agar tidak disangka sebagai penculi anak, dan jika ingin bertanya, jangan mendekati  anak-anak ataupun bertanya kepada anak-anak, bertanyalah pada orang dewasa ketika anda ingin bertanya, agar masyarakat tidak mengira kita sebagai penculik anak.
Semoga isu penculikan anak ini cepat berlalu... (hajri)
Pagutan (KM Al-Hikmah). Seiring dengan adanya ketimpangan dalam pelaksanaan program PNPM   MP dan GSC maka diadakan pemisahan pengelolaan program nasional pemberdayaan masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP) dan PNPM Generasi sehat dan cerdas ( PNPM GSC) tersebut yang semula keduanya ditangani oleh kementerian dalam negeri dan kini di kelola oleh Kementerian Sosial dan Tenaga Kerja untuk PNPM GSC dan Kementerian dalam negeri untuk PNPM MP.
Dengan adanya pemisahan tersebut, Pengelolaan program PNPM MP dan PNPM GSC di TPK Kecamatan Batukliang dan di seluruh Desa juga dipisah, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Zainal selaku PL PNPM MP Kecamatan Batukliang bahwa pemisahan ini bertujuan untuk menghindari ketimpangan dalam pelaksanaan program PNPM tersebut.
Tepatnya pada hari rabu, 17 oktober 2012 kemarin, TPK Kecamatan Batukliang dan Kepala Desa Pagutan mengadakan musyawarah sosialisasi bersama masyarakat desa pagutan sekaligus pergantian pengurus PNPM MP yang semula di pegang oleh Mursalin sebagai ketua.
Dari hasil musyawarah tersebut dijabarkan sejarah keberadaan program PNPM dan sosialisasi pelaksanaan kegiatan PNPM MP mulai dari perencanaan sampai dengan pelaporan. selain itu juga ditetapkan pengurus baru PNPM MP desa pagutan yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, KMPD dan fasilitator desa.
Diharapkan dengan adanya musyawarah sosialisasi dan pergantian pengurus PNPM MP ini, pengelolaan kegiatan PNPM didesa pagutan akan semakin berkualitas dan tujuan dari keberadaan program PNPM sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat dalam rangka mengentaskan kemiskinan dapat tercapai. (hajri)


Pagutan (KM al-hikmah). Dalam rangka meningkatkan dan menumbuhkan minat masyarakat dalam menulis, serta menyeimbangkan antara budaya bertutur dengan budaya menulis dalam penyampaian informasi di masyarakat, kampung media al-hikmah kecamatan batukliang mengadakan kegiatan pelatihan penulisan kreatif dan motivasi kepada anggota komunitas kampung media dan masyarakat di seputaran kecamatan batukliang.
Tepatnya pada hari sabtu, 14 oktober 2012 bertempat di aula kantor desa pagutan, kegiatan pelatihan penulisan kreatif dan motivasi diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari beragam elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, ketua remaja, siswa-siswi SMA/MA, dan anggota komunitas kampung media yang ada di lombok tengah diantaranya dari kaula batukliang utara dan sopok angen pringgarata.
Meskipun berasal dari beragam elemen masyarakat, seluruh peserta pelatihan nampak sangat antusias dan serius terhadap materi pelatihan yang disampaikan oleh bapak Fairuz Abadi selaku koordinator kampung media Dishubkominfo Provinsi NTB.
Kegiatan pelatihan penulisan kreatif dan motivasi dimulai pada pukul 14.00 wita, pelatihan ini menitik beratkan kepada motivasi masyarakat agar mulai mau menulis meskipun hasil tulisan yang dibuat masih kurang bagus, namun seiring dengan banyaknya latihan pasti akan meningkatkan kualitas dari hasil tulisan tersebut. dengan prinsip "Tulislah apa yang kamu lihat, Kemudian Lihatlah apa yang kamu tulis" diharapkan para peserta dapat memulai menuangkan informasi yang berupa ide, gagasan, berita, opini dll dalam bentuk tulisan.
Meskipun kegiatan pelatihan penulisan kreatif dan ini hanya berdurasi 3 jam, para peserta telah mendapatkan pengetahuan tentang penulisan kreatif dan diharapkan nantinya dapat langsung dipraktikkan dalam keseharian terutama dalam menyampaikan informasi, dengan slogan " Sampaikan Informasi Bermanfaat Meski Satu Kalimat" seluruh peserta pelatihan akan semakin aktif dalam berbagi informasi kepada sesama.
Tentu saja, kegiatan pelatihan penulisan kreatif ini masih belum cukup untuk memberikan pengetahuan yang mendalam kepada peserta terkait dengan jurnalistik karena selain waktu yang sangat terbatas, juga terkendala oleh persiapan panitia yang masih kurang maksimal, oleh karena itu pada bulan mendatang akan diagendakan kegiatan serupa yang akan mengupas lebih jauh terkait dengan jurnalistik. (hajri)


Welcome to My Blog

- Copyright © TBM Al-Hikmah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -