Terlihat di foto, cewek yang memakai tas dengan mainan acessories cantik dari karpet. Acessories itu buatannya.Nama lengkapnya Erwina Rosharianti, dia lahir tahun 1991. Dia dari ketangge, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara. Nama ibunya Rosidah dan bapaknya Taharudin. meskipun orang tuanya hanya petani biasa, namun remaja dua bersaudara ini memiliki cita-cita yang sangat tinggi, ia ingin menjadi pengusaha sukses, menjadi orang yang paling kaya di NTB. Selain cantik, cewek yang akrab dipanggil wina ini juga kreatif, semenjak SMA, ia sudah bisa menyulap karpet kasar menjadi beberapa jenis barang cantik, diantaranya; tas, dompet, asessories, sandal, hiasan dinding, topi, dan lain-lain.karena kreatifnya itu, ia pernah dipanggil DISPERINDAG, dan diberikan pelatihan ke jawa. "waktu itu aku berkunjung ke tojong-ojong, ke rumah teman yang bisa buat sandal. waktu itu aku belum bisa buat sandal, aku ingin belajar pada temanku itu, karena dia dekat dengan orang DISPERINDAG dan dia melihat bakat dan keinginanku, akhirnya dia merekomendasikan untuk ikut pelatihan ke jawa waktu itu, aih..indahnya kota jakarta membuatku ingi lebih lama di sana" tuturnya. selain itu cewek cantik ini juga pernah menjuarai lomba nulis kaligrafi tingkat kabupaen. tepatnya, pada tahun 2012, dia meraih juara III. Mengenai pendidikannya, ia tamat SD Ketangge, SMPN 1 Batukliang Utara dan SMA Islam Uswatun Hasanah, dan kini ia masih kuliah semester 6 di STMIK Lombbok Praya. ia kuliah sambil cari uang. dengan moda karpet, ia bisa meringankan beban orang tuanya. ketika ditanya tentang omzet, " saya tidak tau persis berapa omzet saya perbulan, karena modelnya, kalau ada yang pesan, baru saya buat. saya juga terkendala kuliah. Ahmad Supardi, dosennya, berpendapat bahwa cewek itu memang berbakat, dan sangat berbakat untuk kaya, tapi sayang dia belum bisa menegemen. kalau seandainya hal itu ditekuni dengan ekstra, niscaya ia sukses" jelasnya. saat ini ia sedang menyusun proposal untuk usahanya. rencananya ia akan merekrut remaja-remaja yang tidak punya pekerjaan di dusunnya. (Syahril)
sayur sawi dan lobak menjadi tanaman utama di desa pagutan khususnya masyarakat di dusun LD Buwuh. tanaman ini sudah diusahakan sejak lebih dari 25 tahun yang lalu, di samping tanaman cabai dan tembakau.
Haji Abhar adalah salah seorang petani dari dusun LD Buwuh yang menanam sayur sawi dan lobak, juga cabai dan tembakau. terlebih dahulu yang ditanam pasca panen padi adalah sayur sawi dan lobak karena memiliki masa pertumbuhan yang singkat sehingga bisa panen 2 bulan setelah tanam.
Haji Abhar dan petani-petani yang lain mengakui bahwa "harga sayur sawi dan lobak tahun ini alhamdulillah cukup baik meskipun tidak terlalu mahal tepi tetap lancar apalagi sekarang memasuki bulan puasa tetapi semakin dicari masyarakat". sayur sawi dan lobak biasanya langsung dipasarkan sendiri oleh petani ke pasar-pasar tradisional dan baru diambil oleh para pengecer.(idy lombok)
Haji Abhar adalah salah seorang petani dari dusun LD Buwuh yang menanam sayur sawi dan lobak, juga cabai dan tembakau. terlebih dahulu yang ditanam pasca panen padi adalah sayur sawi dan lobak karena memiliki masa pertumbuhan yang singkat sehingga bisa panen 2 bulan setelah tanam.
Haji Abhar dan petani-petani yang lain mengakui bahwa "harga sayur sawi dan lobak tahun ini alhamdulillah cukup baik meskipun tidak terlalu mahal tepi tetap lancar apalagi sekarang memasuki bulan puasa tetapi semakin dicari masyarakat". sayur sawi dan lobak biasanya langsung dipasarkan sendiri oleh petani ke pasar-pasar tradisional dan baru diambil oleh para pengecer.(idy lombok)
Sinopsis
Pencegahan dan pengobatan penyakit dengan herbal kini semakin populer di masyarakat. Pada awalnya herbal diracik dan dikonsumsi langsung. Demi kepraktisan, kini herbal mulai diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga bias lebih tahan lama. Selain itu, dengan pengemasan yang baik, produk herbal menjadi mudah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia bahkan manca Negara sebagai komoditas ekspor yang sangat menjanjikan.
Herbal kemasan menjadi bisnis yang sangat prospektif. Bukan saja karena besarnya laba yang bisa diperoleh, tetapi siapapun bias menjalankannya. Bahkan bias dimulai dapur Anda dengan modal yang kecil. Takpercaya?
Buku ini memaparkan segala hal tentang bisnis herbal mulai dari perencanaan bisnis, pengurusan perijinan, pemilihan bahan, proses produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha. Setelah membaca buku ini, Anda akan memahami bahwa bisnis ini cukup mudah tetapi menguntungkan. Jadi, tunggu apalagi? Segera baca dan Anda pun siap menjadi pengusaha herbal kemasan!
Sinopsis
Anda mencari buku spektakuler untuk panduan kesehatan pria? Anda tidak salah memilih buku ini.
Buku ini mengambil topik masalah-masalah kesehatan yang dihadapi pria sejak bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa hingga paruh baya, dan akhirnya masa tua. Tidak hanya menekankan pada kesehatan secara fisik, melainkan juga masalah emosional, finansial, dan sosial yang sekiranya memang berkaitan.
Buku ini membantu Anda mengenali suatu masalah dan memberikan beberapa petunjuk untuk langkah berikutnya. Keputusan dan tindak lanjut ada di tangan Anda. Ingat, kesehatan Anda adalah tanggung jawab Anda sendiri.
Buku ini bertujuan mendorong kaum pria untuk:
Lebih memerhatikan kesehatan pribadi
Mencari saran medis saat memerlukannya
Hidup aktif, sehat dan penuh energi
Sedikitnya,
lima puluh siswa siswi delegasi dari beberapa sekolah, mengikuti seminar yang
dimotori HMI komosariat STMIK lombok, praya, lombok tengah, acara tersebut
diselenggarakan di aula kementrian agama, lombok tengah. Acara ini lebih
khususnya dimotori oleh kohati (korps HMI-wati) kom. STMIK) seminar yang
betemakan “MENCIPTAKAN PENGUSAHA MUDA DAN PROFESIONAL” tersebut berlangsuung
mulai dari pukul 09.00 sampai menjelang zuhur, sabtu, (07/07). Selain snack,
peserta juga mendapatkan tas gratis dari nara sumber, yang merupakan pengrajin
tas, yang terbuat dari karpet, Erwina Harianti. Belia adalah pengusaha muda,
yang kuliah sambil kerja, membuat beberapa jenis kerajinan dari karpet.
Karpetyang biasanya hanya menjadi tempat tidur mampu ia sulap menjadi beberapa
jenis karya, seperti; dompet, tas, sandal, dan lain-lain. Siswa siswi yang
menghadiri dan mengikuti seminar tersebut diijinkan pihak sekolah karena acara
tersebut dinilai sangat urgen untuk siswa. “kami diperintahkan untuk mengikuti
seminar oleh bapak kepala sekolah” ungkap salah seorang siswa utusan SMKN 2 Praya
Tengah, Jupri, kelas IX. Panitia menuturkan, setelah acara ini, ada ada tindak
lanjut beupa diskusi yang akan dibina langsungoleh Erwina. (Syahril)
Bantuan langsung sementara masyarakat atau yang biasa di kenal dengan BLSM merupakan kompensasi bagi masyarakat miskin akibat kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah beberapa waktu yang lalu, BLSM sangat dinanti oleh masyarakat miskin untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin sulit.
Namun sangat disayangkan bahwa data BLSM yang dikeluarkan pemerintah berdasarkan sensus BPS tahun 2011 ternyata sangat tidak akurat, di desa pagutan sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan dari bapak Samsul Efendi bahwa setelah pihak desa melakukan evaluasi dan cros chek terhadap data BLSM tersebut ternyata 67% penerima BLSM tidak layak untuk menerimanya, dan banyak sekali masyarakat yang miskin yang lebih berhak namun tidak terdata dalam data penerima BLSM tersebut.
Oleh sebab itu, pada hari kamis, 4 juni 2013, kepala desa pagutan bersama seluruh elemen masyarakat desa pagutan mengadakan rapat dalam rangka mencari solusi atas karut marut data penerima BLSM khususnya di desa pagutan.
Dalam rapat tersebut diputuskan untuk memperbaiki data penerima BLSM agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, dan akan meminta kepada masyarakat yang tidak berhak agar bersedia memberikan BLSM tersebut kepada mereka yang lebih membutuhkan.. (hajri)
Sekurangnya, lima belas anggota organisasi hijau hitam turun aksi solidaritas hari ini (02/07). sambil membawa kotak bekas yang ditulis, 'PEDULI KORBAN GEMPA KLU' mereka meminta uang seikhlasnya kepada siapa saja yang lewa, tepatnya di lampu stop kopang, lombok tengah. mereka juga membagikan selebaran yang berjudul 'Lombok Berduka' kepada siapa saja yang lewat di tepat itu, baik yang memakai kendaraan maupun yang tidak. " ini merupakan cara kami bersolidaritas kepada warga kita yang ada di KLU" kata ketua umum HMI cabang Loteng, Turmuzi, yang ikut juga turun ke jalan. " kami akan menyalurkan bantuan ini besok setelah paling tidak terkumpul lima juta, kini sudah terkumpul empat juta" lajut beliau. sebelumnya mereka turun di beberapa titik semenjak hari kemarin, di lapangan muhajirin, pertamina praya, lampu stop praya, dan pertamina kopang, dan sekarang akan pindah ke BIL. (syahril)
Ihsan Sahrun, adalah santri Pondok Pesantren
Attohiriyah-Alfadiliyah, Bodak, Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok
Tengah, dengan tinggi badan kurang lebih 40 cm. Anak kelahiran 1994 ini, meskipun dengan segala kekurangannya, hidup
tanpa orang tua, ia tetap semangat dan positif thinking. Ketika diwawancara, “
saya ingin jadi ustaz, ingin melanjutkan pengabdian almarhum bapak saya ”
jawabnya. Ia ingin keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan . hanya
saja, ia tidak ada biaya untuk itu. Anak
dari pasangan sahrun dan ani ini tiak pernah mengelauh dengan keadaanya. Ia
berasal dari Jabon Tengah, Pringgarata, Lombok
Tengah. dia diasuh di panti asuhan semenjak smp, dan sekarang sudah lulus. bapak asuhnya mengakui, bahwa dia adalah anak yang sholeh dan berprestasi tinggi. dia sangat layak untuk dikasihani. " dia anak yang rajin, sholeh, dan tidak pernah pernah rendah nilainya" ugkap mansur selaku bapak asuhnya. (syahril)
Acara haul YATOFA yang ke- 54 bukan hanya membuat
bahagia anak yatim dan pedagang, namun dalam moment ini, paspamsus juga.
Sedikitnya tujuikut bahagia. ratusan kendaraan parkir di arena parkir haul Yatofa,
Bodak, desa Montong Terep, Praya. Meskipun bukan tujua utama, sedikitnya dua
ribu rupiah tarip roda dua dan 4 ribu untuk roda empat. “ uang ini nanti kita
akan kasi ke yayasan untuk dibagikan ke anak yatim, tapi kalau ada sopir yang
tidak ngasi juga tidak apa-apa, karena kita tidak cari uag disini, hanya
membantu saja” ungkap salah satu paspamsus, Muh. Amin, dari tampak siring.
Setelah kami minta keterangan dari panitia, ternyata tidak ada sepeserpun uang
yang masuk untuk yayasan. “Semua uang dibagikan ke petugas parkir” ungkap
Ihsan. (syahril)

.jpg)
.jpg)

