LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KAMPUNG MEDIA AL-HIKMAH
BULAN : JUNI TAHUN 2013
|
NO
|
HARI/
TANGGAL
|
LOKASI
KEGIATAN
|
MATERI
|
|
1
|
1 Juni 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
|
Rapat Redaksi Kampung Media Al-Hikmah membahas tentang agenda dan
rencana kegiatan kampung media pada bulan Juni bersama seluruh anggota komunitas kampung
media al-hikmah
|
|
2
|
6 Juni 2013
|
MA An-Nazhar Pagutan
|
Sosialisasi
Internet Sehat kepada dewan guru dan siswa siswi MA An-Nazhar
|
|
3
|
12 Juni 2013
|
Kantor Desa Pagutan
|
Diskusi
bersama pemuda dan staf desa pagutan
|
|
4
|
17 Juni 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
|
Bimbingan Teknologi dan computer bagi siswa siswi di desa pagutan
|
|
5
|
19 Juni 2013
|
MA An-Nazhar
|
Diskusi dengan saudara Anwar, sanusidan Bambang heri terkait denga
kegiatan usaha yang dilakukan dan mencari solusi agar kegiatan usaha mereka
lebih maju dan berkembang
|
|
6
|
20 Juni 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
|
Diskusi bersama rekan-rekan anggota komunitas Kampung Media tentang
permasalahan-permasalahan yang ada di desa pagutan
|
|
7
|
26 Juni 2013
|
Paudni Reg. V Mataram
|
Menghadiri undangan sosialisasi penilaian kinerja lembaga tahun 2013
|
Ternak itik bagian 2
| itik kak weng |
Setelah
beberapa bulan menjalani usaha ternak itik petelur, kak WENG kini menambah
jumlah itik ternakannya yang dulu hanya belasan ekor, sekarang sudah lebih dari
50 ekor, dan masyarakat yang menggeluti
usaha ini juga bertambah seperti Haji Supardi, Pak Arifin, Haji Mahyudin dll
| itik haji supardi |
Haji Mahyudin mulai mencoba
beternak itik 20 ekor, begitu juga dengan Pak Aripin dan Haji Supardi rata-rata
masih di bawah 25 ekor,
Yang menjadi kendala mereka untuk
meningkatkan hasil ternak ini adalah ketersediaan makanan terutama siput, hujan
sudah mulai surut dan sawah mulai mongering sehingga jumlah siput juga
berkurang, mereka mencari alternative lain untuk memenuhi kebutuhan makanan
itik-itiknya seperti daun sawi atau lobak hasil dari sawah mereka juga,
Selain memberi makan dengan sawi
kak Weng juga membuka jaringan dengan pengusaha lain untuk mendapatkan makanan
itiknya dan sekaligus menjadi pembeli telur-telur itik yang mereka kumpulkan,
Alhamdulillah telur itiknya dihargakan
lebih tinggi dari pada dijual di tempat lain, (idy Lombok)
Sinopsis
Sejak dahulu ikan tawes sudah dikenal sebagai ikan konsumsi. Namun, kurang diminati oleh konsumen karena dagingnya terdapat banyak duri-duri yang lembut sehingga tidak nyaman dikonsumsi. Kondisi ini menyebabkan harga ikan tawes di pasaran murah. Untuk meningkatkan nilai ekonominya, dikembangkan produk olahan tawes sebagai ikan asin. Namun, belum mampu meningkatkan nilai ekonominya. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan produk olahan lainnya yang lebih menguntungkan dan lebih diminati oleh masyarakat. Salah satu bentuk pengembangan produk olahan ikan tawes yang berpotensi adalah keripik ikan. Ikan tawes yang diolah menjadi keripik memiliki cita rasa yang lebih enak dan lezat, gurih, serta renyah hingga duri-durinya.
Buku ini membahas tentang pengelolaan budi daya ikan tawes yang ditujukan sebagai bahan baku keripik, mulai dari potensinya sebagai bahan pangan dan perdagangan, pengenalan ikan tawes, metode budi daya, teknik pembenihan, penyediaan pakan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit, hingga teknik pengolahan keripik. Buku ini akan membantu Anda yang ingin membuat bisnis keripik tawes.
Pasil
adalah bapak dua orang anak dari Sade, Desa Barabali Kecamatan Batukliang.
Beliau keseharian bekerja keliling kampung untuk menjajakan rujak buatannya.
Sedikitnya 50 ribu dihasilkan sehari dari rujaknya tersebut. Rujak yang terdiri
dari nanas, pepaya, mentimun, mangga dan lain lain itu adalah sumber
penghasilannya untuk menghidupkan keluargaya. “saya punya tanah hanya 20 are
untuk 6 bersaudara, kami harus gantian menanam padi dengan saudara-saudara
kami” curhatnya kepada kampung media. Hanya dengan modal 150 ribu setiap hari
beliau membuat rujak dengan dibantu istri dan anaknya. Ketika ditanya soal harga gerobak, “kalau
yang standar seperti ini lima ratus ribu cukup” jawab beliau kepada watawan.
“tetapi kalau mau yang lebih bagus, sediakan satu juta” lanjutnya. (syahril)
Musim ini merupakan musim penanaman padi,
rata-rata petani memenuhi sawahnya dengan tanaman padi. kampung media memantau beberapa petani yang memilih tanaman lain dengan beberapa alasan,
diantaranya petani yang beralamatkan Kelanjoh Lauq, Desa Barabali, Kecamatan
Batukliang, Baiq Ratni. Sawahnya ditanami cabe rawit, sawi, jagung, kacang
panjang, kacang tanah, dan terong yang ditanam dalam satu tempat. Tanah yang luasnya
10 hekta are, ditanami berbagai jenis
tanaman dengan berbagai alasan. Selain memperhitungka harga pasar, beliau juga
beralasan menjaga kesuburan tanah, serta supaya lebih banyak hasilnya. “kalau
saya menanam padi lagi, kami hanya bisa panen padi, sedangkan ini hasilnya
banyak; jagung, cabe, sawi dan lain-lain” terang ibu petani tersebut. “ sebelum
masuk pasar, biasanya kasih tetangga dulu, siapapun yang mau, kami kasih” lanjut Beliau sembari mengusap keringat di dahinya.
Berbeda dengan petani yang satu ini, Amaq
Ombek dari lendang re, Desa Barabali, Batukliang. Beliau tidak menanam padi di
sawahnya dengan alasan ingin cepat panen. “saya menanam padi karena setelah
tiga bulan bisa dipanen, tanah ini mau segera dibangunkan rumah” ungkapnya. (syahril)
Lonceng
pun berbunyi, mengisyaratkan semua siswa wajib masuk kelas guna mengikuti ujian
akhir semester. Para dewan guru yang menjadi pengawaspun segera mengambil soal
dan lembar jawaban yang dibungkus dalam satu sampul. Para peserta didik sebelum
masuk kelas wajib sholat dhuha, seperti hari-hari biasanya. Dipimpin kepsek
(kepala sekolah) atau tata usahanya, mereka sholat dhuha dua rakaat kemudian
satu dari mereka memimpin doa secara bergantian. Sampai saatnya mereka
berhadapan dengan soal-soal semester. Hari ini adalah hari senin, hari pertama
semester. Jam pertama pelajaran yang di
ujikan adalah matematika dan PPKN. Suasana hening, tak ada suara sedikitpun. Pak
Abdullah yang biasa di panggil ka’ Us masuk dikelas VIII A1, kelas yang isinya
laki laki semua, karna di pondok pesantren tersebut dipisah antara siswa dan
siswinya
“ihtiroom hayyu” teriak ketua kelas
VIII diiringi gema salam yang memenuhi
ruangan itu, sembari menjawab salam pak Abdullah pun duduk tenang. Sedikitpun
beliau tidak tertarik untuk senyum. “adik-adik saya harap semua buku di
kumpulkan , jangan sampai ada yang nyontek, perilaku yang terpuji lebih utama dari pada skor nilai yang tinggi“
pesan pak abdullah kepada peserta ujian seraya membuka sampul dengaan tangan ,
karna beliau tidak membawa silet. Ya...begitulah hidup ini tak ada rotan akarpun
jadi. Abdullah adalah guru tauladan di
pesantren tersebut. Dia akrab di panggil ka us karna guru guru lainya sering
memanggil ustaz. Sehhingga adik adik menyingkatnya ka’ Us yang artinya ka’ ustaz.
seseorang yang sangat taat kepada Allah dan
Rasulnya , postur tubuh tinggi, kulit putih, tegap, hidung mancung, indah di
pandang mata siapapun yang memandangnya. Ditambah lagi dia cerdas dan berakhlak
mulia, sehingga di tempat itu banyak ustadzah yang tertarik padanya, bahkan
sisiwinya pun banyak yang ta’jub akan ketampanannya. usai membagikan soal
beliau berdiri tegak dihadapan anak-anak sambil melototi mereka satu persatu. Sekali-
kali dia melangkahkan kakinya ke belakang siswa. Matanya tidak pernah lepas
dari peserta didik agar tidak nyontek. “ka’ Us kayak sisitv aja“ lanjut seorang
siswa sembari berbisik kepada teman sebelahnya. 45 menit sudah berlalu,
anak-anak belum ada yang keluar satu pun. Ka’ Us belum saja keluar. Anak anak
keluar keringat dinginnya. Pelajaran matematika, pengawasnya lebih ketat dari
pengawas UN, ih...serem....
“Ukh...ukh....khem..khem..” disela
keheningan ruangan kelas yang sunyi, ustadz Abdullah mengagetkan siswa yang
lagi tegang-tegangnya menghadapi soal.
“Kalian
sudah diajarkan materi ini??”
“Iya
ka”
“kalau
begitu jangan sampai kalian menyalahkan siapa-siapa, kecuali diri sendiri. Termasuk
pengawas, jangan sampai disalahkan karena tidak pernah keluar” lanjut beliau
sambil tersenym manis.
Tiba-tiba handphonnya berdering.
Tangan kanannya dengan sangat cepat masuk ke kantong bajunya yang sebelah kiri.
Tanpa melihat siapa yang nelpon, jempolnya menolak panggilan yang masuk. Beliau
tidak ingin ada aktifitas lain yang menggagu aktifitas mengawas. Selain itu
beliau juga jarang duduk di bangku karena harus
mondar-mandir mengawasi peserta. (syahril)
Sinopsis
SMART IN LEADERSHIP: Belajar dari Kesuksesan Top Dunia berisi tentang SQ sebagai landasan seorang pemimpin yang sukses, Menciptakan Visi, misi dan strategi, Analisis diri dari lingkungan untuk meraih sukses, Rahasia sukses kepemimpinan, dan cara mengubah kegagalan untuk meraih kesuksesan dalam memimpin. Dengan izin Allah kita akan menjadi pemimpin paripurna, yaitu pemimpin calon penghuni surga.
Daftar isi:
- SQ sebagai landasan pemimpin
- Menciptakan visi, misi, dan strategi
- Analisis diri dan lingkungan
- Rahasia sukses kepemimpinan
- Terimalah kegagalan sebagai pelajaran
- Insya Allah, kita akan menjadi pemimpin paripurna
Sinopsis
Sena yang putus cinta dengan cinta pertamanya akhirnya memutuskan untuk tidak percaya lagi dengan namanya cinta, bahkan Sena jadi membenci cowok. Tapi suatu hari Sena diajak oleh bibinya untuk tinggal bersama dan tanpa sepengetahuannya di rumah itu telah tinggal tiga cowok tampan yaitu Kyou, seorang pelukis yang berasal dari Jepang dan Kay seorang model terkenal serta seorang biseksual, kemudian Austin seorang artis yang banyak dikagumi wanita. Selain tinggal satu atap, Sena juga harus satu kampus dengan mereka bertiga.
Masalah tambah rumit ketika muncul Ryo, mantan pacar gay Kay dan Kay terpaksa menjawab tantangan Ryo untuk menjadikan Sena ada di peringkat pertama cewek top di kampus.
Apakah itik buruk rupa berhasil berubah menjadi seekor angsa?
Kay terhadap Sena
Kenapa aku bisa suka pada gadis jelek ini?
Bagaimana mungkin? Kapan?
Tapi selama aku berada dekat dengan Sena, aku selalu merasa nyaman. Hanya itu yang kutahu.
Kyou terhadap Sena
Kau menyukaiku? Siapa yang mengizinkanmu menyukaiku!
Sena terhadap Kyou
Mulai sekarang... Aku akan berhenti untuk menyukai dan menggagumimu, aku akan menghilangkan semua perasaan sukaku padamu… kembali seperti dulu, sebelum mengenalmu. Karena dalam hidupku tidak ada namanya cinta, tidak peduli aku menyukainya atau tidak, itu semua tidak ada artinya… itulah mottoku dan bodohnya, aku hampir saja melupakannya.
Austin terhadap Sena
Cinta tidak bisa begitu cepat semudah itu kau lenyapkan begitu saja… Aku hanya bisa mengajarimu satu cara… dengarkan suara kata hati. Kata hatimu yang akan berbicara dan memberikan jawabannya padamu.
Bi Via terhadap Kyou
Kyou, aku akan membuatmu menyesal telah menolak gadis secantik Sena.
Pada bulan juni, biasanya kegiatan belajar mengajar di sekolah / madrasah dalam satu tahun pelajaran telah usai, hal ini ditandai dengan telah berakhirnya ujian nasional bagi siswa kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA dan ujian semester bagi siswa di kelas yang lebih rendah.
Dengan berakhirnya ujian semester tersebut biasanya terdapat hari jeda sampai dibagikannya raport bagi seluruh siswa disaat libur panjang akan dimulai.
Dalam rangka mengisi hari jeda pembagian raport tersebut, sekolah dan madrasah yang ada di kecamatan batukliang mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya yaitu darma wisata bagi siswa dan guru, tidak terkecuali bagi madrasah ibtida'iyah jam'ussyahidin pagutan.
tepatnya pada hari selasa, 11 juni 2013, siswa dan seluruh guru MI jam'ussyahidin mengadakan kegiatan darma wisata atau yang biasa dikenal dengan istilah Pesiar, adapun tujuan yang dikunjungi yaitu Museum Provinsi di Mataram dan Pantai Malimbu di Ampenan.
seperti yang disampaikan johan isnaini, salah seorang guru MI Jam'ussyahidin bahwa kegiatan darma wisata / pesiar ini bertujuan untuk menambah pengetahuan siswa terkait sejarah yang ada di provinsi NTB, dan juga sebagai salah satu sarana untuk rehat bagi siswa yang telah menempuh ujian.
tentu saja kegiatan darma wisata ini disambut dengan sangat antusias oleh seluruh siswa, hal ini terlihat dari keaktifan dan partisipasi siswa dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Adapun sarana transportasi yang digunakan adalah satu buah Bus Wisata yang dapat menampung sekitar 40 orang peserta, dan kegiatan darma wisata tersebut berjalan dengan aman dan lancar. (hajri)
Sinopsis
Siapa bilang memulai usaha itu cuma modal berani dan mimpi? Kalau cuma itu, sudah banyak orang Indonesia yang jadi pengusaha. Buktinya, sebagian besar masih berjibaku dengan kemiskinan. Kalau sekadar berani saja tanpa dibarengi pengetahuan dan pemahaman terhadap konsep usaha, siap-siap saja mengalami kegagalan. Jangan disamakan seperti zaman dulu. Lain dulu lain sekarang, lain padang lain ilalang, lain zaman lain suasana. Rambut boleh sama hitam, potensi orang siapa tahu?
Buka usaha itu tidak gampang. Temukan rahasia terbaik memulai usaha. Gali ide bisnis, temukan jutaan peluang yang bisa dikreasikan. Semua butuh inovasi, tidak cuma jadi pengikut pasar. Ciptakan segera keuntungan. Ya… sekarang juga!!!
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)