Pohon salam yang biasanya ditanam di kebun, kali ini hidup di tempat yang berbeda. Di halaman SMP  YATOFA penuh dengan pohon salam.  Berdasarkan keterangan dari beberapa dewan guru yang tidak ingin disebut  namanya, tujuan penanaman sekitar 90 pohon salam adalah untuk pelestarian alam, dalam rangka mengatasi pemanasan global. (Syahril)


 di dusun lendang buwuh desa pagutan, itik ingin mulai dikembangkan oleh masyarakat terkait dengan hasil yang didapatkan oleh salah seorang warga dusun lendang buwuh yang tak lain adalah kepala dusun lendang buwuh itu sendiri (Anwar), walaupun kak weng (panggilan akrabnya) hanya memelihara beberapa itik namun hasil yang didapatkan lumayan, terutama untuk kebutuhan sehari-hari, meningkatkan nilai gizi makanan tiga orang anak-anaknya.
Masyarakat yang pernah membeli telur itik dari kak weng juga mengakui kalo telur itiknya lebih besar dari telur itik biasa yang pernah mereka beli di tempat lain, hal ini yang membuat masyarakat berminat untuk ikut memelihara itik petelur. Apalagi makanan untuk itik ini tidak terlalu sulit, kak weng dan tiga orang anaknya mencarikan itiknya makanan di sawah yaitu berupa siput.
Jumlah Siput di sawah beberapa tahun terakhir ini sangat banyak dan menjadi parasit untuk tanaman padi, hal ini juga menjadi pendorong minat masyarakat untuk memlihara itik petelur. Selain bermanfaat untuk makanan itik juga menyelamatkan tanaman padi. (idy Lombok)
LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KAMPUNG MEDIA AL-HIKMAH
BULAN : MEI TAHUN 2013

NO
HARI/ TANGGAL
LOKASI KEGIATAN
MATERI
1
1 Mei 2013
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Rapat Redaksi Kampung Media Al-Hikmah membahas tentang agenda dan rencana kegiatan kampung media pada bulan Mei bersama seluruh anggota komunitas kampung media al-hikmah
2
3 Mei 2013
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Pembinaan Internet Sehat bagi siswa MA An-Nazhar Pagutan
3
4 Mei 2013
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Bimbingan Teknologi dan Komputer bagi siswa-siswi MA An-nazhar pagutan
4
5 Mei 2013
Kantor Desa Pagutan
Diskusi dan Sharing bersama pemuda desa pagutan terkait kebersamaan dan persatuan pemuda
5
9 Mei 2013
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Bimbingan Internet Sehat bagi siswa-siswi di desa pagutan
6
10 Mei 2013
Rumah Johan
Diskusi bersama Abdurrahman dan pendi guna menyikapi berbagai tantangan ke depan
7
12 Mei 2013
LPPM Wahana Education
Ngobrol berasama pengurus TPK PNPM MPd terkait program PNPM yang akan dilaksanakan pada tahun 2013
8
15 Mei 2013
MA An-Nazhar
Bimbingan terkait internet sehat bagi siswa siswi MA An-nazhar
9
17 Mei 2013
Rumah Karta
Diskusi bersama karta terkait kiat sukses dalam berwirausaha
10
19 Mei 2013
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
Rapat evaluasi pengurus kampong media bersama anggota


Asmara Santri3

16 May 2013
Tag :

“sebenarnya adik masih trauma kak, sebelumnya adik punya pacar ustaz, lalu menjauh setelah mengambil hatiku, hanya dengan alasan sepele. Awalnya kami tidak punya planing yang jelas masalah nikah, Akan tetapi tiba-tiba dia mengajak adek untuk nikah, aku sih tidak keberatan, tetapi karena orang tua belum menyetujui, dia langsung pergi  dariku. Dan mulai saat itu, ia tidak pernah tegur sapa dengan orang tuaku. Rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah adek. Dia adalah ustaz yang selalu menasihatiku. Sebenarnya kisah pahit itulah yang mengantarku ke pesantren ini. Aku tidak mau lagi sakit hati untuk yang kedua kalinya.”
“ tidak semua laki-laki itu sama dik” potong Eril menyela cerita Yuni
“tapi kak.....”
“sudah begini saja, adik mau apa gak, kakak jaJni tidak akan seperti ustazmu itu. Kalau memang  adek sudi bilang iya, kalu tidak juga gak apa-apa sih....itu kan hak preogatif anti (kamu)”. “Tapi ku mohon bilang iya.. ”lanjut nya dengan nada ragu setelah terdiam beberapa saat.
Sambil tersenyum, “ kakak ini lucu, itu namanya paksaan” jawab yuni setenga bercanda, mencairkan suasana” sebenarnya dari dulu adek mau, dengan syarat....”
“apapun syaratnya kakak siap dek” potong Eril tidak sabar
“ asalkan kakak selalu siap mengajarkan”
“ ajar apa dik..” lanjut  Eril penasaran
“ apapun itu, baik masalah cinta maupun pelajaran”.
“Siap dik” lanjut Eril spontan walaupun dalam hatinya bergumam ‘ini namanya cinta bersyarat, kurang seru, tapi nggak apalah, yang penting sekarang  adalah ia sudah menerimaku di hatinya, perbaikan sambil jalan’.
“kenapa diam kak?” sambung Yuni membangunkan Eril dari lamunannya
“ya, iya, iya.. sampai dimana dik” jawabnya setengah sadar.
“ kakak ini kayak ngajar aja, nanya-nanya sampai dimana”. Adek juga minta maaf  yang sebesa-besarnya selama ini telah membuat kakak capek” sambungnya
“Nggak apa apa kok dik. Sesungguhnya malam ini aku bahagia banget”. Tuturnya walaupun sebenarnya ia tidak begitu puas dengan jawaban cinta gadis berjilbab besar itu.
Azan asharpun berkumandang. Chetting pun selesai. Mereka pergi solat ashar  berjamaah. Kebiasaan yang  sudah mendarah daging pada santri. Sesibuk apapun, kalau Alloh telah memanggil, ia harus melepas pekerjaannya, apalagi sekedar chatting. Selain itu, ia juga terbiasa puasa senin kamis. Kehidupan yang penuh dengan pancaran hidayah dan inayah Yang Kuasa, sehingga rata
-rata santri terlihat tanpa dosa, cerah, adem, tenang, Bagai hidup tidak pernah ditimpa masalah.
            
                  Jadwal belajar kelompok pun tiba. Hari ini ada yang berbeda. Semua anggota tahu prihal Yuni dengan Eril. Mental Eril semakin kurang. Dari awal belajar sampai pulang ia terdiam membisu.
Begitu juga diempat lain, kalau ada Yuni, mentalnya pasti hilang. Selain di kelompok belajar bahsa arab. Ia juga bertemu dengan yuni di kelas diniyah. Ia adalah guru nahwu nya. Setiap kali ia masuk kelas Yuni, pasti kaku. Inilah kekuatan cinta.
Komunikasi terbatas, santri tidak boleh bawa handphon, pengurus hawatir santrinya terganggu dengan benda elektronik tersebut. Apalagi di zaman edan seperti ini, Film forno menjamur. Jangankan anak SLTA, anak SD pun senang nonton film tersebut. Walau demikian, tidak sedikit santri yang bawa hp. Kalau ditemukan, handphonnya pasti langsung diambil ustaz. Bahkan tidak sedikit hp di tumbuk batu, gara gara sering kali ditemukan bawa handphon, setelah diperingati berkali-kali. Sesekali ia harus minjem hp pengasuh kalau lagi ingin komunikasi dengan eril. Kalau tidak, mereka paling tidak hanya bisa komunikasi kalau Yuni pulang kampung, itupun pun jarang. Paling cepat ia pulang sekali tiga bulan. Seberat apapun rindunya, ia harus mampu menahannya. Walaupun sering ketemu di sekolah, bukan berarti komunikasinya lancar. Eril selalu berusaha menjaga jarak dengan Yuni, belajar Sebagai tenaga pengajar yang profesional dan proforsional. (BERSAMBUNG)


Sinopsis

Buku ini meliputi berbagai artikel ilmiah tentang gigi, kedokteran Gigi umum, perawatan kesehatan Gigi, kedokteran Gigi Anak, pencabutan gigi, perawatan syaraf gigi, dan penambalan. Semua informasi memuat berbagai peristiwa kesehatan gigi dan tips ringan yang dapat dilakukan masyarakat untuk pencegahan, perawatan gigi dan penyembuhan baik terhadap gigi sehat maupun bermasalah. Berbagai perilaku serta kabiasaan baik dan kurang baik, terangkum dalam buku ini yang sekaligus menjadi resep “indah mujarab” dan bermanfaat bagi yang memerlukannya. Keistimewaan buku ini,diramu sedemikian rupa dengan bahasa “gaul” yang enak dibaca, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi semua kalangan masyarakat awam.

 Untuk yang ke tiga kalinya ia mengirim surat. Berharap kali ini suatnya terbalas.
“ janganka sepuluh kali, seratus kali Yuni tidak membalasnnya, aku takan perah menyerah.” Gumamnya sambil merangkai kata
  Saat yang ditunggupun tiba, suratnya terbalas. Namun raut mukanya belum basah. Garis besar horizontal di keningnya seakan-akan ada tulisa di atas garis itu 'galau', matanya menatap surat dari yuni penuh tanda tanya. Tatapan ketidak puasan nampak dari matanya. Matanya yang sipit mulai membesar. Keheningan malam menambah herannya Eril dengan isi surat Yuni. Malam telah larut, jam dinding menunjukkan pukul 02.00 , mata Eril masih menatap surat. Ia belum mampu memejamkan mata.  Sesekali ia keluar melihat bintang-bintang  yang bertaburan dilangit yang cerah. Nampak di sebelah timur bintang kejora yang dikellingi bintan-bintang lain. Namun bayangn wajah yuni tidak bisa dikalahkan bintang-bintang dan keindahan alam malam itu di benak Eril. “ inikah cinta?” gumam Eril. “Andaikan cinta bisa dibeli, aku akan membeli cintatanya walau berapapun harganya” .
 “Yun... apakah kau mendengarku? Angin....sampaikan salamku untuknya, aku ingin memilikinya. Aku mencintainya”
Eril adalah anak miskin yang bercita-cita tinggi. Kalau ada yang menanyakan cita-cita, biasanya ia menjawab “ aku ingin jadi penulis dan guru yang bisa mengajarkan semua bidang ilmu”. Pemuda umur 19 tahun itu memang pemuda miskin. Rumahnya saja terbuat dari bambu. Tanah tidak punya, kakak tifak ada, bapak dan ibunya seorang buruh tani.  Dia nyantri di praya, di sebuah podok pesantren salaf, AL-AMIN namanya. semenjak SMP sampai sekarang. Semenjak SD rangkingnya tidak perah turun dari angka satu. Setelah tamat mengaji di level Mutawassithah, pengurus pesantren langsung merekrutnya menjadi guru. Selain mengajar kitab matan jurumiyah, ia juga sebagai TU di level Awaliyah. Frofesi barunya itu mengajarkannya untuk membuang sifat jeleknya.  Ia adalah pemuda yang sangat  pemalu. Kalau ketemu cewek. Mukanya pasti langsung memerah. Aka tetapi setelah direkrut, ia tumbuh menjadi pemuda yang bermental baja. Frofesi barnya itu jugalah yang membuat pembina osis madrasah Aliyah di pesantren tersebt mempercayakannya sebagai koordinator kelompok belajar bahasa arab. Bisa dikatakan pekerjaan barunya itulah yang mempertemukannya dengan muslimah cantik itu. Wajahnya tampan, otaknya pintar, dan pekertinya baik.
Mahyuni , dipanggil yuni. Cewek cantik berbadan sedang, berkulit putih, hidung mancung, bermata sipit, manis, rajin dan berakhlak mulia. Karena rajinnya, ia ikut bergabung dalam kelompok belajar bahasa arab, meskipun masih sebagai siswi baru madrasah Aliyah. Ia tinggal di asrama putri, ruang  sepuluh. Hana berjarak tembok dengan pondok teman eril, mas’ud namanya.
Malam itu Eril mencari ide, bagaimana caranya bisa komunikasi dengan Yuni. Dengan batuan Mas’ud, ia mulai menulis surat lalu dikirimnya lewat pentilasi di tembok pondoknya. Tembok yang menjadi jarak antara kamar Mas’ud dan kamar Yuni “ untung  ada pentilasi ini Ut” gumamnya. Namun sangat disayangkan, lagi-lagi suratnya tidak dibalas. Kalau saja ia tidak malu sama temannya. Pasti air matanya menetes. 
Keesokan harinya, ia tidak kehabisan akal, dengan bantuan handphon pengasuhnya,
“bagaimana kabarnya dik...”
“Sehat. Ada yag bisa saya bantu kak? O ya kakak sehat? Maaf ya aku malu untuk nulis surat, sehingga suratnya sring tidak dibalas.”
“ nggak ada dik” jawab Eril ragu, karena tidak tau mau jawab pertanyaan yang mana.
“kenapa diam???” lanjut Yuni  setelah beberapa lama Eril terdiam membisu.
“ begini dik, sebenarnya kakak ingin adik bersedia jadi pacar kakak. Pinginnya kakak dijawab sekarang . kakak tidak mau diganntung-gantung” kata Eril pura-pura jadi lelaki tangguh. BERSAMBUNG(Syahril)

Asmara Santri

8 May 2013
Tag :


Tatapan mata bercampur  senyum manis, meluncur dari wajah ayu meluluhkan hati Eril yang sedang membacakan daftar hadir kelompok belajar bahasa arab sore itu. Terbesit dari sanubari Eril, hendak memiliki pemilik senyuman itu. 
“dari ma-mana dik...” suara eril gugup. Yuni diam membisu karena malu. Sedikitpun tak ada respon untuk eril. Suasana belajar sore itu adalah suasana baru bagi Eril. Walaupun Ustaz Abdulloh telah  memulai pembelajaran, Eril tak kelihatan seperti biasanya. Semangatya seratus kalii lipat dari biasanya. Sebentar-sebentar ia melihat yuni,  kemudian buang muka kalau dilihat.
Setelah sampai pondok, dengan hati penuh rasa ragu dan bimbang,  sembari merenung, polpennya terus menari-nari di atas kertas ungu berlatar bunga, ia belajar menulis surat untuk yang ke tiga kalinya.
     Special for you
Salam kenal. Semoga kertas putih yang telah kukotori dengan tinta ini membuat kita saling mengenal dan membuat kakak bisa dekat dengan adik...
                                                                                                                        Eril
            Surat ini merupakan surat pertama untuk Yuni, namun surat keluar dari Eril untuk cewek adalah yang ke tiga. Sebelumnya, ia pernah kirim surat ke dua cewek lain, Faizah dan Makiyah namanya. Ironisnya, dua cewek itu menolaknya. Padahal tidak ada satu cewekpun yang mengatakan Eril itu jelek. Mungkin, mungkin ya, mereka tidak yakin kalu Eril itu serius. Ya, seharusnya dia tunjukkan bahwa dia memang serius. Tapi, entahlah, bagaimana pemalunya Eril waktu itu. Dan kini ia tidak mau gagal untuk yang ketiga kalinya.
Hari demi hari dilaui Eril penuh harapan. Satu minggu berlalu terasa satu tahun. Suratnya belum dibalas. Resah, galau, ragu, bimbang, risau,dan sedih menyatu. Makan-minum tak enak, tidur pun tak nyenyak. 
Sabtu pagi, jadwal kursuspun tiba, Eril berharap kali ini ia dapat bicara langsung, guna menyampaikan isi hati. Betul kata orang, cinta itu bagaikan kentut. Ditahan sakit perut, dikeluarkan bikin ribut. Awalnya yang tau hasrat Eril itu hanya jaki, teman dekatnya. Namun karena dilihat banyak orang saat ia sedang berbicara dengan Yuni di depan ruang kelas, akhirnya semua temannya pun tau hal itu.
 “Dik..udah dulu ya.... terimakasih atas waktunya”  lanjutnya setelah berbicara hanya beberapa menit. Ingin rasanya ngobrol berjam-jam, namun situasi dan kondisi yang tidak mendukung. harapan berbuah harapan. keinginan berujung impian.  Yuni, adalah cewek yang berasal dari kampung pedalaman. Kampung yang jauh dari keramaian, kebon nanas, desa pengenjek, kecamatan pringgarata, Lombok Tengah. Cewek cantik berkulit putih ini terkenal pemalu, sehingga menjadi sebuah tantangan berat untuk medekatinya.
            Eril pantang menyerah. Malam itu, saat Yuni di madrasah. Ia mencoba untuk menulis surat lagi.  Kali ini satu halaman kertas putih polos terulis full untuknya. Berharap ia sudi membalasnya. Hal yang sangat aneh sekali. Yuni berlari ke jeding sambil memegang surat dari Eril dengan tangan kirinya. Perlahan ia buka, surat cinta itu bukannya diterima dengan senyuman, bahkan tangisan membasahi sebagian beasar kertas tersebut. Entah ada apa dibalik hal itu. Yang jelas harapan Eril belum terbayang jawabannya. BERSAMBUNG (syahril)

Welcome to My Blog

- Copyright © TBM Al-Hikmah -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -