Menurut beberapa sumber, ada kisah unik tentang sebuah sumur
ajaib di dekat rumah Tuan Guru Haji Rusydan Bakri, di dalam pondok pesantren Bodak,
Desa Montong Terep, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Suatu hari, tepatnya pada tahun 2010 lalu, seseorang bule
datang dari Eropa dan ingin berjumpa dengan ketua Yayasan Attohiriyah Al-Fadiliyah,
Tgh. Ahmad Fadly FT. Sebelum menjelaskan maksud dan tujuannya, bule yang tidak
dikenal itu menceritakan, bahwa pada suatu malam ia bermimpi penyakitya disembuhkan
oleh air sumur di ponpes tersebut. Sebelumnya, bule yang akrab dipanggil jhon
itu mengakui pernah berobat sampai 30-an dokter, namun tidak ada yang berhasil
menyembuhkan. Setelah bercerita panjang lebar, bule itu minta ijin untuk
mengambil air di sumur sesuai dengan mimpinya. Ternyata benar, kurang dari seminggu
penyakit kulit yang tidak ada dokter yang bisa menanganinya, bahkan kurag dari
satu minggu, sembuh setelah minum air tersebut. Tuan guru bajang Bodak, kakak bupati
LOTENG itu mempublikasikannya ke jamaah, bahkan pernah dibagikan kepada jamaah
sama-sama setengah liter saat pengajian umum. Ahmad Ruba’i, warga Sengkol, Batukliang,
juga membenarkan hal tersebut, bahkan beliau juga meyakininya. “ Sebenarnya itu
semua dari Alloh. Menurut saya hal itu disebabkan karena berkah tuan guru, sehingga
Alloh memberikan berkah lewat sumur itu” katanya. Banyak jamaah meyakini akan
kejaiban air sumur itu. Menurut mereka sumur itu seribu hajat, artinya bisa
mengobati segala macam penyakit, sesuai hajat kita. Namun saat ini tidak ada
yang diijinkan lagi masuk untuk mengambil air sumur itu, karena dikhawatirkan
syirik. “memang benar-benar mujarab air sumur itu, namun sekarang tuan guru
tidak mengijinkan lagi kepada siapapun untuk mengambil airnya” kata inaq mahyun
warga desa pengenjek saat diminta keterangannya. Dan sekarang sumur itu sudah
ditembok dan pintu. Kunci pintunya hanya dipegang oleh Tgh. Rusydan Bakri dan Tgh.
Fadhli FT.KEPSEK TARGETKAN BULAN AGUSTUS, PENGERJAAN PROYEK DAK DIPERCEPAT
25 Aug 2013
Tag :
Berita,
Berita Kampung
SMA YATOFA Bodak,Pr ay a, Lombok Tengah, adalah salah
satu dari beberapa sekolah yang medapat bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) dari dikpora provensi sebanyak 240 juta. Sahwi, kepala sekolahnya menjelaskan, bahwa sebenarnya
bantuan tersebut hanya untuk beberapa lokal saja, namun karena ingin melihat
fisik sekolahnya lebih bagus dengan berlantai keramik, dengan akalnya, ia
merehab semua lokal di bagian putera. Tepatnya 8 lokal dengan ruang guru dan
kantornya. Beliau juga menuturkan, “ sebenarnya untuk lokal puteri juga kemaren
akan cair, namun saya tolak”. Menurut penjelasan beliau, bantuan sebanyak 300
juta itu ditolak karena lokal untuk puteri akan dibuat menjadi rumah sakit,
sebagai perluasan dari rumah sakit yang ada di sebelah baratnya, RSI YATOFA. Dan
akan di relokasi ke sebelah utara, berdekatan dengan kompleks putera.
Pengerjaan rehab itu dilaksanakan pada bulan romadhon, dan ditargetkan akan
selesai bulan ini. “saya risau karena pembelajaran tidak efektif, sehingga kita
akan percepat supaya anak-anak dapat belajar di kelas” lanjut bapak kepala
sekolah yang dikenal ulet tersebut.(Syahril)
Suasana nampak berbeda di hari ke 4 pasca peringatan HUT RI ke 68 di desa pagutan, seluruh elemen masyarakat bertaburan di jalanan sekitar kantor desa pagutan, sekitar ribuan orang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pawai karnaval dalam rangka memperingati hari kemerdekaan tersebut, mulai dari anak-anak, sampai usia lanjut turut andil dalam pawai karnaval yang di selenggarakan oleh pemerintah desa pagutan.
Tepatnya pada hari jum'at, 21 agustus kemarin, pawai karnaval yang diikuti oleh masyarakat pagutan berlangsung meriah, pawai karnaval ini memang selalu diadakan ketika peringatan HUT RI berlangsung, bukan hanya di desa pagutan, namun di seluruh daerah di indonesia biasanya mengadakan kegiatan semacam itu.
dalam kegiatan pawai karnaval tersebut, kepala desa pagutan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan cerminan dari keberagaman masyarakat pagutan yang terdiri dari berbagai suku, pemikiran, keadaan sosial namun tetap bersatu padu dalam kedamaian dan kekompakan.
memang tujuan diadakannya pawai karnaval tersebut, selain untuk menghibur masyarakat juga untuk meningkatkan kekompakan masyarakat desa pagutan sehingga kedamaian selalu terjaga, dan konflik-konflik dapat diredam sejak dini karena dengan mempelajari keberagaman yang ada, masyarakat dapat saling memahami dan mengerti akan perbedaan tersebut. (hajri)
Tanpa terasa sudah 68 tahun indonesia merdeka, peringatan hari kemerdekaan RI di desa pagutan berlangsung meriah, partisipasi masyarakat sangat kental dalam perayaan tersebut, mulai dari kegiatan persiapan sampai pelaksanaan apel, masyarakat berbondong bondong mengikutinya. semangat kebersamaan nampak begitu nyata, hal ini terlihat dari semangat gotong royong dalam menyiapkan kebutuhan dalam memperingati HUT RI tersebut, mulai dari pemasangan bendera, umbul-umbul dan panjat pinang yang ramai di kerjakan secara bersama-sama. dan dalam pelaksanaan apel bendera pun masyarakat desa pagutan tak mau ketinggalan untuk mengikutinya.
Mulai dari pemerintah desa pagutan, tokoh agama, tokoh masyarakat, siswa-siswi sekolah, dan masyarakat umum hadir dalam apel yang dilaksanakan di lapangan SMPN 2 batukliang, kegiatan apel dipimpin langsung oleh kepala desa pagutan, pelaksanaan apel berlangsung khidmat dan berjalan lancar.
Usai pelaksanaan apel, diadakan lomba panjat pinang yang di ikuti oleh remaja desa pagutan, tentu saja lomba ini menambah kemeriahan pelaksanaan HUT RI di desa pagutan. (hajri)
LAPORAN KEGIATAN MOTIVATOR KAMPUNG MEDIA AL-HIKMAH
BULAN : JULI TAHUN 2013
NO
|
HARI/
TANGGAL
|
LOKASI
KEGIATAN
|
MATERI
|
1
|
1 Juli 2013
|
Yatofa
|
Menghadiri acara HAUL Yatofa ke 54 dan melihat kemeriahan pelaksanaan
HAUL tersebut
|
2
|
4 Juli 2013
|
Aula Kantor Desa Pagutan
|
Mengikuti musyawarah terkait pemutakhiran data BLSM di desa pagutan
yang masih rancu
|
3
|
5 Juli 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-hikmah
|
Rapat Redaksi Kampung Media Al-Hikmah membahas tentang agenda dan
rencana kegiatan kampung media pada bulan Juli bersama seluruh anggota
komunitas kampung media al-hikmah
|
4
|
10 Juli 2013
|
TBM Al-Hikmah
|
Diskusi Buku baru bersama johan, Abdurrahman, dan lainnya di TBM
Al-Hikamh
|
5
|
11 Juli 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-hikmah
|
Bimbingan Teknologi dan computer bagi siswa siswi di desa pagutan
|
6
|
25 Juli 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
|
Bimbingan Teknologi dan computer bagi siswa siswi di desa pagutan
|
7
|
29 Juli 2013
|
Sekretariat Kampung Media Al-Hikmah
|
Diskusi perencanaan kegiatan pelatihan tata boga bagi masyarakat desa
pagutan bersama TPK PNPM MP desa pagutan
|
Sinopsis
Pernahkah kalian menghitung berapa banyak jumlah capung di sekitar pohon dekat rumah kalian? Atau menghitung jumlah balon yang dijual oleh paman penjual balon? Wah, pasti banyak sekali!
Buku Counting 2 ini akan membantu adik-adik untuk belajar menghitung angka 11-20. Tidak hanya itu saja, adik-adik juga akan diajarkan bagaimana menulis angka, mencocokan angka dengan kata, dan aktivitas seru lainnya. Buku ini dipenuhi dengan gambar yang menarik dan ada permainannya juga lho. Jadi, sambil belajar adik-adik juga bisa bermain, asyik bukan?
Sinopsis
Mungkin ada orang yang bertanya-tanya, "Mengapa warga keturunan Tionghoa di Indonesia cenderung lebih sukses daripada warga kebanyakan?" apakah mereka menggunakan klenik mistik? Apakah mereka punya koneksi keuntungan dengan pejabat-pejabat di pemerintahan? Apakah mereka terbiasa bermain suap? Atau mereka banyak menilep uang rakyat demi kepentingan pribadi?
Eka Dharma Pranoto, seorang keturunan Tionghoa, membeberkan rahasianya. Menurutnya, para pengusaha sukses Tionghoa mempunyai resep kaya yang diolah berdasarkan pemikiran logis dari sistem ekonomi keluarga. Resep kaya mereka pada dasarnya bisa dipraktikkan oleh siapa saja, termasuk Anda!
Malam
yang dingin, karena musim dingin. Malam yang belum terlalu larut telah
diselimuti hawa dingin yang menusuk kulit, bahkan ke tulang. Meskipun demikian,
tidak menyurutkan semangat para santri untuk taklim (belajar). Di pesantren
tersebut terdapat tiga jenjang sekolah diniyah (agama); awaliyah, mutawassitah,
dan takhassus. Eril hanya mengajar di kelas satu awaliyah, delapan kelas. Empat
putra dan empat putri. Malam ini adalah jamnya di kelas yuni. Ucapan serentak
santri mengucapkan salam adalah awal pertemuan dengan santrinya. Nampak dengan kasat
mata dua matanya sedikit memerah. Mulut dan segenap anggota tubuhnya kaku. Ia
semakin kaku ketika santri yang lain banyak yang ngintip dari balik jendela
kelas karena guru mereka tidak datang.
“Adik-adik,
setiap ada mubtadak pasti ada khobarnya. Sebagaimana kalau ada fi’il pasti ada
fa’il. Mereka adalah teman setia, atau bisa juga kita katakan bagaikan suami
istri.” Terang eril sembari menoleh
kesana kemari memperhatikan santrinya.
Tiba-tiba “bisa juga kita katakan
seperti kak eril dengan yuni” potong seorang santri dari belakang ssambil
tersenyum. Muka ustaz eril tiba-tiba memerah, mendadak aliran darahnya berhenti,
denyut jantungnya tidak bergerak, badannya menggigil, perasaannya tak karuan,
konsentrasinya pecah. Rasionalitasnya tertutup. Begitulah cinta. Seperti kata
orang, cinta itu ibarat kentut. Ditahan bikin sakit perut, dikeluarkan bikin
ribut. Hampir semua santri tau prihal hubungan kak eril dengan yuni.
“itu
artinya tidak mungkin ada khobar sebelum ada mutadak” lanjut Eril pura-pura
tidak mendengar ucapan santrinya. Jam telah menunjukkan pukul setengah
sembilan, saatnya istirahat dua puluh menit sebelum jam kedua. Mereka pulang ke
asrama pukul setengah sepuluh.
Jam
kedua pun tiba. Para santrri masuk kelas. Kini eril mengajar di kelas putri
yang lain. Saat akan masuk kelas, tanpa disengaja ia melihat yuni.
“dik...”
panggilnya tiba-tiba, tanpa dipikirkan sebelumnya. Ia sendiri pun heran. Sudah
terlanjur memanggil, akhirnya tangannya pun melambai sebagai isyarat memanggil.
Yuni pun mendekat. Inilah kali pertama ia ngobrol di madrasah.
“ nggak pernah pulang dik?..kalau pulang jangan
lupa kabarin kita ya..”
Yuni
hanya mengangguk seraya balik badan dan masuk ke kelasnya.
Seusai
belajar ia langsung pulang ke asrama.
Sampai saatnya pada suatu malam, dibawah
sinar lampu yang agak redup, di depan leari tua miliknya, di dalam kamar
sempitnya, rindu menyelimuti hati, kangen pun menembus nurani, ingin sekali ia
melihat kekasihnya. Walaupun jamnya tidak ada di madrasah putri, ia sengaja ke sana
hanya untuk melihat Yuni. Tapi sangat disayangkan, Tuhan tidak mengijinkan yuni
masuk, ia sakit perut. Spontanitas Eril pun pergi ke apotik untuk cari obat.
Ya, begitulah eril, ia benar-benar mencintai Yuni meskipun belum mendapat
respon. BRSAMBUNG
****

.jpg)

.jpg)
.jpg)